LOBAR — Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) aktif menjemput bola program Pemerintah Pusat meningkatkan kualitas literasi dan sarana perpustakaan di daerah. Kepala Dinas Arpusda Lobar, H. Lalu Winengan, bertemu langsung dengan Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Dr. Drs. Joko Santoso, di Jakarta, Senin (14/9). Didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas, Edi Wiyono, Perpusnas mengapresiasi komitmen Pemkab Lobar terhadap peningkatan literasi. Bahkan Perpusnas menawarkan sejumlah program bantuan strategis, penguatan fisik maupun nonfisik.

Sekretaris Utama Perpusnas RI, Dr. Drs. Joko Santoso, mengatakan Perpusnas terus memberikan dukungan kepada Pemkab Lobar.

“Tahun ini kita bantu DAK nonfisik sekitar Rp600 juta,” ujar Joko Santoso.

Joko menilai Pemkab Lobar sudah menujukan kesiapan dalam mendukung peningkatan literasi. Terlebih sarana pendukung fisik di Lobar terbilang sudah cukup lengkap, dengan gedung pelayanan dan sarana prasarana yang terealisasi pada 2025. Sehingga layak untuk peningkatan reakreditasi dari B menuju predikat A.

Tak hanya itu, Perpusnas juga meminta Disarpus Lobar segera mengajukan usulan bantuan bahan bacaan bermutu. Program ini terus dipertahankan guna memperkuat budaya baca di tingkat desa, sekaligus mengintegrasikan program perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa.

Perpusnas turut memaparkan sejumlah inisiatif nasional lain yang dapat diakses oleh Lombok Barat, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi berkolaborasi dengan perguruan tinggi yang menargetkan 1.000 lokus desa di Indonesia, serta dukungan penyediaan fasilitas literasi untuk Sekolah Rakyat (SR).

Meskipun alokasi armada perpustakaan keliling tahun ini ditiadakan akibat penyesuaian anggaran pusat, Perpusnas memastikan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui diklat pustakawan tetap dibuka untuk jajaran Disarpus Lombok Barat.

Salah satu peluang baru yang disodorkan Perpusnas kepada Lombok Barat adalah Program Insentif Relawan Literasi Masyarakat. Program ini dirancang untuk memberikan stimulasi serta rekognisi resmi berupa rompi dan Surat Keterangan (SK) dari Perpusnas bagi para penggerak literasi di lapangan.

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas, Edi Wiyono, menambahkan bahwa kuota sasaran relawan secara nasional terus meningkat setiap tahunnya.

“Tahun ini terdapat 360 relawan yang disasar, naik dari tahun lalu sebanyak 180 orang. Nanti tahun 2027 ada 500 orang. Jangan sampai terlambat, segera usulkan,” kata Edi Wiyono.

Edi menekankan pentingnya percepatan pengusulan dari daerah agar dapat masuk dalam daftar verifikasi dan diintervensi pada anggaran tahun 2027. Selain itu, ia juga mendorong Lobar mengajukan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menyediakan bantuan buku tepat guna, rak buku, hingga sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk tingkat desa.

Menanggapi berbagai tawaran program tersebut, Kepala Dinas Arpusda Lobar, H. Lalu Winengan, menegaskan komitmennya segera menindaklanjuti seluruh arahan dari Perpusnas. Pihaknya akan menyiapkan dokumen usulan secara cepat agar berbagai program pusat dapat segera direalisasikan di Lobar.

Winengan menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada perubahan paradigma berpikir untuk memacu peningkatan mutu SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

“Bahwa perpustakaan ini, melalui budaya literasi meningkatkan SDM dan IPM. Makanya harus kita pacu,” tegas Winengan.

Disarpus Lobar juga tengah merancang konsep Kafe Literasi di area kantor perpustakaan daerah. Penataan lanskap pendukung direncanakan mendapakan penanganan melalui APBD Perubahan tahun ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan literasi. Dukungan senada disampaikan oleh Pustakawan Ahli Muda Disarpus Lobar sekaligus Fasilitator TPBIS, Imam Firmansyah. Ia mengungkapkan bahwa Lobar saat ini memiliki tujuh desa binaan TPBIS serta sejumlah komunitas rumah baca masyarakat yang siap diusulkan ke pusat.

“Kami akan segera usulkan dan harapan kami kalau bisa tahun ini diberikan bantuan,” pungkas Imam. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *