LOBAR — Dunia pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan angin segar. Program Indonesia Pintar (PIP) yang selama ini menyasar jenjang sekolah dasar hingga menengah, kini resmi diperluas cakupannya hingga ke tingkat Taman Kanak-kanak (TK).
Kebijakan perluasan ini menjadi kabar baik bagi para orang tua berpenghasilan rendah. Kepastian alokasi baru ini disampaikan langsung oleh Sekretaris DPC PKB Lobar, Fauzi. Berita manis ini diperoleh usai menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan Komisi X DPR RI yang juga Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani, beserta jajaran pengurus partai.
“Malam ini, kami ada rakor dipanggil oleh Pimpinan Komisi X, sekaligus Ketua DPW PKB NTB, dengan maksud dan berita baik bahwa mulai tahun ini penerima PIP itu dimulai dari usia anak TK,” kata Fauzi akhir pekan kemarin.
Fauzi menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa PIP di Kabupaten Lombok Barat sebenarnya sudah berjalan secara konsisten selama dua tahun terakhir. Bantuan dana pendidikan tersebut telah menjangkau ribuan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Lobar itu menyampaikan rasa syukurnya atas keberlanjutan program prioritas nasional tersebut. Kehadiran PIP di jenjang TK dinilai melengkapi mata rantai bantuan pemerintah dalam meringankan beban biaya pendidikan masyarakat kurang mampu di wilayah Lobar.
“Jadi kami di Lobar, alhamdulillah, sudah menyalurkan PIP itu di dua tahun terakhir dari SD sampai SMA. Dan di tahun ini akan dimulai dari tingkat TK,” ujar Fauzi.
Akurasi data penerima manfaat menjadi kunci utama agar alokasi bantuan ini benar-benar tepat sasaran. Oleh karena itu, Fauzi mengimbau para pengelola serta kepala sekolah TK di Lombok Barat untuk bergerak cepat melakukan validasi dan pembaruan data peserta didik ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Fokus pembaruan data ini secara khusus diarahkan kepada lembaga pendidikan TK yang berada di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Gunungsari-Batu Layar, agar proses pendaftaran hingga pencairan dana berjalan dengan lancar tanpa hambatan administratif.
“Maka dari itu, bagi pengelola TK atau kepala-kepala sekolah TK yang ada di Lobar, khususnya yang ada di Gunungsari-Batu Layar, agar segera menginput data Dapodik siswa TK-nya agar program PIP dari tingkat TK mulai tahun ini bisa dinikmati oleh anak-anak kita yang membutuhkan di semua sekolah TK, khususnya di bawah Dikbud, wabilkhusus di Dapil Gunungsari-Batu Layar,” tutur politisi itu.
Proses administratif penginputan data sering kali menjadi kendala teknis bagi sebagian pengelola sekolah di daerah. Menanggapi potensi masalah tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Lobar itu menyatakan kesiapan fraksinya untuk memberikan pendampingan secara langsung bagi pihak sekolah yang menemui hambatan.
“Apabila ada kesulitan terkait dengan penginputan dan sebagainya, kami dari Fraksi PKB siap membantu. Agar supaya menghubungi kami di semua anggota Fraksi PKB di Lobar di masing-masing dapil,” tegasnya.
Dipaparkan lebih lanjut oleh Fauzi, melalui perluasan program PIP ini, setiap siswa TK berusia mulai lima tahun yang memenuhi kriteria serta terdata secara valid di Dapodik diproyeksikan menerima bantuan dana sebesar Rp450.000 per anak.
Ia menaruh harapan besar agar momentum kebijakan baru ini dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh penyelenggara pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lombok Barat. Langkah ini penting untuk menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak dan menekan angka putus sekolah sejak dini di daerah tersebut.
“Sekali lagi terima kasih. Kami berharap agar semua kepala sekolah TK, khususnya yang ada di Lobar atau wabilkhusus Gunungsari-Batu Layar, agar memanfaatkan momen ini agar semua anak-anak didik TK mulai dari usia 5 tahun ini menikmati program pemerintah, yaitu yang namanya Program Indonesia Pintar ini, yang akan menerima kurang lebih Rp450.000 per anak per siswa,” tutup anggota dewan Lobar itu. (Win)

