LOBAR — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus mematangkan transformasi digital infrastruktur Big Data. Langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven government) bertujuan agar setiap penyusunan kebijakan publik dapat lebih terukur, presisi, dan akurat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam gelaran The 13th International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aruna Senggigi Resort & Convention, Jumat (4/9).
Konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Designing Agentic AI Systems for SDGs: Autonomous Agents, Multi-Agent Collaboration, and Real-World Applications”. Forum ini mengumpulkan para akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pemangku kebijakan untuk mendiskusikan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), sistem multi-agent, hingga digital government.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lobar, H. Rizky Bani Adam, menegaskan bahwa penerapan teknologi di lingkungan pemerintah daerah tidak boleh hanya berhenti pada pembuatan aplikasi semata.
“Teknologi jangan hanya sebatas membuat aplikasi dan sebagainya. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut memberikan dampak nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Rizky di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan sistem Big Data yang difungsikan sebagai wadah integrasi seluruh data daerah dalam kerangka Satu Data Lombok Barat. Melalui sistem ini, data dari berbagai sektor pemerintahan akan dihimpun, diintegrasikan, serta dianalisis untuk menghasilkan basis informasi yang solid.
“Big data ini kita harapkan menjadi wadah satu data untuk Lombok Barat. Seluruh data dapat masuk, kemudian dianalisis dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan yang lebih tepat. Ini yang kita arahkan menuju data-driven government,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Lobar juga memanfaatkan ajang IC3INA 2026 untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan BRIN. Salah satu potensi konkret yang dinilai strategis adalah pemanfaatan data citra satelit milik BRIN untuk diintegrasikan ke dalam sistem Big Data daerah.
Langkah integrasi tersebut diyakini dapat membantu memetakan wilayah prioritas penanganan bencana secara akurat, seperti menentukan hotspot atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Dengan begitu, BPBD atau Damkarmat tidak harus fokus ke seluruh area, tetapi dapat memprioritaskan wilayah tertentu yang berdasarkan citra satelit memiliki titik panas tinggi dan berpotensi terjadi kebakaran,” kata Rizky.
Kendati akselerasi teknologi dan keberadaan Agentic AI semakin masif, Rizky mengingatkan pentingnya peran sumber daya manusia sebagai pengambil keputusan utama. Teknologi, menurutnya, harus diposisikan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja.
“Big Data dan AI adalah masa depan. Tetapi kita bukan kemudian menjadi tergantung kepada AI atau berhenti berpikir karena menggunakan AI. Justru bagaimana kita memanfaatkan AI untuk bertransformasi menjadi lebih baik,” tegas Rizky.
Sementara itu, Ketua Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN, Prof. Dr. Eng. Budi Prawara, menyampaikan bahwa integrasi data dari berbagai sumber merupakan fondasi utama sebelum teknologi AI diterapkan secara optimal dalam sistem pemerintahan.
“Bagaimana kita dapat memanfaatkan data-data yang ada, khususnya untuk pemerintahan di Lombok Barat. Kita bisa mengoleksi data dari berbagai macam sumber, termasuk data yang kita dapatkan dari masyarakat, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam pengambilan keputusan,” ungkap Prof. Budi.
Ia menerangkan, setelah data terintegrasi dan memiliki interoperabilitas antarperangkat daerah, teknologi Agentic AI dapat difungsikan untuk menganalisis kondisi pembangunan secara berkala hingga memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan daerah.
“Misalkan hari ini indeks pendidikan nilainya 3,5 di suatu daerah. Dengan adanya Agentic AI, dia bisa memberikan narasi kepada pimpinan untuk membantu memberikan solusi atau keputusan, bagaimana supaya indeks ini bisa meningkat dan apa saja yang harus diintervensi,” tambahnya.
Prof. Budi menilai Lombok Barat memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan (model) nasional dalam pengelolaan data terpadu dan penerapan digital government berbasis AI, yang nantinya dapat direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. (Win)

