MATARAM — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memantapkan langkah untuk berpartisipasi dalam Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Mengikuti SDGs Action Awards Tahun 2026 yang dipimpin Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti Senin (31/08).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB tersebut dihadiri perangkat daerah terkait bersama sejumlah mitra pembangunan. Pertemuan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengidentifikasi berbagai program, inovasi, dan praktik baik pembangunan yang dinilai memiliki dampak nyata terhadap masyarakat.
Mengusung tema “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030”, keikutsertaan NTB dalam SAA 2026 tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar penghargaan. Lebih dari itu, NTB ingin menunjukkan kepada tingkat nasional berbagai hasil pembangunan yang lahir dari kerja bersama pemerintah daerah, perangkat daerah, mitra pembangunan, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami ingin bercerita ke nasional bahwa inilah inovasi dari Pemerintah Daerah dan mitra-mitra kami yang telah berkontribusi di NTB dan ini hasil-hasilnya,” ujar Baiq Nelly.
Menurutnya, hal terpenting dalam pembangunan bukan hanya mengenai program yang telah dilaksanakan, tetapi perubahan dan manfaat yang dirasakan masyarakat setelah program tersebut berjalan.
Karena itu, persiapan SAA 2026 akan diperkuat dengan berbagai aspek, mulai dari data, inovasi, kolaborasi, dampak, keberlanjutan hingga praktik baik yang telah berkembang di NTB.
Berbagai program pembangunan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat akan diinventarisasi dan dikemas sebagai bagian dari cerita pembangunan NTB. Upaya tersebut diharapkan mampu memperlihatkan bahwa pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan.
Bappeda NTB juga mendorong agar praktik-praktik baik yang telah tumbuh di berbagai daerah dan sektor dapat diangkat kembali sebagai pembelajaran. Dengan demikian, keikutsertaan NTB dalam SAA 2026 bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menuju target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Melalui kerja bersama dan kolaborasi yang berkelanjutan, NTB optimistis berbagai aksi nyata yang telah dilakukan dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDGs sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Bersama, kita buktikan bahwa aksi nyata hari ini adalah langkah menuju NTB yang berkelanjutan dan pencapaian SDGs 2030. (jho)
