LOTENG—Ustaz Abdul Somad (UAS) dijadwalkan mengisi tablgih akbar di Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Tabligh Akbar yang diinisiasi oleh Forum Silaturahmi Keluarga Ranggagata (FSKR) tersebut akan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026.

Ketua Panitia Tabligh Akbar FSKR Bersama UAS, Abdul Hamid menjelaskan, kegiatan ini sudah digagas sejak Juni 2026 dan setelah melalui ikhtiar panjang, akhirnya bisa dilaksanakan pada 12 September 2026.

“Rencana ini digagas sejak lama. Alhamdulillah dengan ikhtiar bersama bisa dilaksanakan 12 September jam 13.00 Wita,” ujarnya, Sabtu (5/9).

Ia mengatakan, UAS dijadwalkan tiba di Ranggagata pada pukul 12.00 Wita. Sebelum tabligh akbar, UAS akan menjadi imam salat zuhur berjamaah di Masjid Jami Al-Itihad Desa Ranggagata. Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah di area masjid, panitia juga menyiapkan salat zuhur berjamaah di lokasi tabligh akbar.

“Kami harapkan jamaah membawa sajadah masing-masing, mengantisipasi membludaknya jamaah di masjid,” tuturnya.

Setelah selesai salat berjamaah, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara dakwah di becingah yang berlokasi di depan SDN 1 Ranggagata. Persiapan, kata Hamid, sudah matang dilakukan sejak lama. Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang hadir, panitia sudah menyiapkan lahan yang diperkirakan mampu menampung ribuan jamaah.

“Untuk memudahkan para jamaah, panitia sudah menyiapkan fasilitas pendukung seperti tempat wudu dan toilet di sekitar lokasi,” katanya.

Hamid mengatakan, untuk pengamanan, pihaknya sudah berkoordinasi Polresta Loteng, Polsek Praya Barat Daya serta Badan Keamanan Desa (BKD). Untuk akses jalan telah diatur atau diberlakukan sistem buka tutup.

“Tempat parkir dan pengaturan masuk ke lokasi juga diatur agar kegiatan berjalan lancar. Untuk penggunaan jalan umum saat acara diharapkan melalui jalan alternatif, karena jalan menuju lokasi ditutup, hanya untuk jamaah tabligh akbar,” terangnya.

“Panitia juga menyiapkan tim medis dari Puskesmas Darek serta dokter dan perawat dari FSKR,” imbuhnya.

Penasihat FSKR, H Muhibbah Nasrudin mengatakan, melalui kegiatan ini, ada hal-hal penting yang harus disampaikan kepada masyarakat.

Ia mengatakan misi besar kegiatan ini adalah mempersatukan umat. Dengan harapan masyarakat tidak hanya terkurung dengan isu-isu lokal yang dapat memecah belah persatuan, seperti urusan perbedaan pilihan politik dan lainnya. Masyarakat pun diajak untuk lebih fokus pada hal-hal penting.

“Melalui dakwah ini harapkan bisa semakin mempererat kembali persaudaraan,” tuturnya.

“Kami mendatangkan UAS karena dakwahnya ringan, menyentuh dan apa yang disampaikan mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua FSKR Mataram, H Maskur menjelaskan, kegiatan ini merupakan program FSKR dalam membangun desa dengan mendatangkan pendakwah nasional.

“Kami berharap dengan segala persiapan yang sudah dilakukan sejak jauh hari, kegiatan bisa terlaksana dengan baik,” harapnya.

Selain tabligh akbar dan pengajian rutin, kegiatan lain juga sudah dilaksanakan FSKR berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga, penghijauan dan kegiatan sosial lainnya.

“Ini menjadi wadah untuk keluarga besar Ranggagata khususnya yang ada di luar untuk menggaungkan kembali semangat persatuan,” pungkasnya.(red)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *