MATARAM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat dukungan terhadap program Desa Berdaya, khususnya melalui pengembangan Desa Ekspor dan Desa Tematik.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi bersama Bank Indonesia (BI) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB dalam rangka persiapan dukungan Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB terhadap pelaksanaan program Desa Berdaya, Senin (31/8/2026).
Kepala Disperindag Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., hadir bersama Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Aryanti Dwiyani, beserta tim.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat Desa Ekspor dan Desa Tematik, mulai dari peningkatan kapasitas melalui pelatihan, konsolidasi produksi, standardisasi produk hingga penguatan sinergi lintas lembaga.
Penguatan tersebut dinilai penting agar produk unggulan yang dihasilkan masyarakat desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional, tetapi juga memiliki daya saing untuk memasuki pasar internasional.
Sejumlah potensi produk lokal NTB, seperti ketak dan kopi, menjadi bagian dari komoditas yang terus didorong untuk dikembangkan. Penguatan kualitas, kapasitas produksi, standardisasi, serta akses pasar diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang lebih luas.
Tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, pengembangan Desa Ekspor juga diharapkan mampu menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, Bappeda dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, program Desa Berdaya diharapkan dapat menjadi salah satu motor penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Semangat yang dibangun adalah menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, dengan produk lokal yang semakin berkualitas, berdaya saing dan mampu dikenal di pasar global.
Bersama, dari desa untuk NTB yang semakin berdaya dan mendunia. (jho)
