LOBAR—Lombok Barat (Lobar) sangat terkenal dengan keindahan toleransi antarumat dan suku. Keindahan itu juga ditampilkan dalam semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia. Lomba Gerak Jalan Tepat Waktu dan Lomba Pawai Alegoris digelar di depan Pendopo Bupati Lobar, Sabtu (15/8). Selain memperlihatkan kemampuan peserta didik jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Lobar, kegiatan ini juga memperlihatkan berbagai kesenian pakaian khas adat budaya suku yang ada di Lobar, baik itu Sasak, Bali, Bima, Dompu, maupun Sumbawa. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha hadir langsung memberikan semangat, didampingi Pj. Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Lobar.

Beberapa parade dipertunjukkan para peserta, salah satunya Rimpu Mbojo, yaitu cara berbusana tradisional menggunakan dua lembar kain tenun khas Bima yang dikenal tembe nggoli, dililitkan di tubuh dan kepala perempuan Suku Mbojo (Bima). Adat itu ditampilkan oleh Rukun Keluarga Bima Dompu (RKBD) Lombok Barat.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar, bersosialisasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah maupun bangsa.

“Semua gembira dan bersemangat. Harapan saya, anak-anak ini tumbuh sehat dan cerdas serta terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, tidak berhenti sampai SMP,” ujar Hj. Nurul Adha.

Ia berharap para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang baik, cerdas, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Lombok Barat menuju daerah yang mandiri dan berkah.

Sementara itu, RKBD Lombok mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan pawai yang digelar Pemkab Lobar. Langkah ini merupakan bagian dari promosi budaya agar bisa menjadi bagian dari penerimaan di daerah yang terkenal dengan kebersamaannya ini. Pihaknya berharap kegiatan pawai budaya ini bisa terus digelar, serta RKBD Lombok dan Lobar bisa mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Agar budaya Mbojo bisa lebih dikenal oleh orang-orang di luar Pulau Sumbawa khususnya dan NTB umumnya, serta agar eksistensi RKBD bisa diketahui khalayak di seluruh Indonesia,” terang Ketua Umum RKBD Lobar, Dr. H. M. Irwan.

Pihaknya berharap kepada seluruh warga Bima Dompu yang ada di Lobar untuk tetap menjaga kerukunan, kebersamaan, dan kepercayaan warga Lobar, serta terus berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Lobar.

Hal senada diungkapkan Ketua RKBD Lobar, Woro Syafrudin. Menurutnya, hampir 10 perwakilan RKBD di NTB mengirimkan perwakilan untuk ikut dalam pawai budaya yang digelar Pemkab Lobar. Pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi panitia yang menggelar acara itu dengan baik sehingga terselenggara dengan sukses. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *