LOBAR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) sudah memulai tahapan seleksi terbuka Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lobar. Pengumuman seleksi pimpinan BAZNAS Lombok Barat periode 2026-2031 bahkan sudah dipublikasikan Pemkab Lobar.

Berdasarkan surat bernomor: 01/Pansel-BAZNAS/2026 yang ditandatangani Ketua Pansel H. Ahmad Saikhu, masa pendaftaran dimulai dari tanggal 10 s.d. 12 Agustus 2026. Dilanjutkan dengan proses seleksi administrasi pada tanggal 13 s.d. 14 Agustus. Pengumuman hasil seleksi administratif dilakukan tanggal 20 Agustus 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes uji kompetensi dan wawancara tanggal 26 s.d. 27 Agustus 2026. Terakhir, pengumuman pimpinan BAZNAS terpilih tanggal 29 Agustus 2026.
Tim Pansel BAZNAS Lobar memastikan seleksi ini terbuka untuk umum. Pihaknya tidak membatasi latar belakang pelamar yang ingin menjadi komisioner BAZNAS. Baik itu tokoh agama, masyarakat, akademisi, hingga seseorang yang memiliki dasar pengusaha.

“Dibuka untuk umum, secara transparan dibuka sebesar-besarnya, silakan,” ujar Ketua Pansel Komisioner BAZNAS Lobar, H. Ahmad Saikhu kepada awak media, Kamis (16/7).

Masa jabatan Komisioner BAZNAS Lobar saat ini akan berakhir pada 2027 mendatang. Sehingga sesuai regulasi, tahapan seleksi terbuka akan dimulai dari 6 bulan sebelum berakhirnya periode masa jabatan komisioner tersebut. Saikhu memastikan pelantikan komisioner yang baru akan digelar selepas berakhirnya masa jabatan komisioner saat ini.

“Dia habiskan dulu masa jabatan yang sekarang, barulah komisioner yang baru dilantik,” terangnya.

Sesuai ketentuan, nantinya tim pansel kabupaten akan melakukan tahapan seleksi mencari 10 besar kandidat untuk diusulkan kepada BAZNAS Pusat. Mulai dari seleksi kompetensi, makalah, hingga wawancara. Selanjutnya, kandidat itu akan kembali diseleksi oleh BAZNAS Pusat, mencakup verifikasi faktual dan penilaian kelayakan akhir untuk diserahkan kepada kepala daerah.

“Nanti BAZNAS Pusat yang akan menyeleksi menjadi lima orang,” ucapnya.

Diakuinya sudah ada beberapa tokoh yang berkonsultasi untuk persyaratan pendaftaran. Meski diakuinya masih belum mengetahui pasti berapa yang akan mendaftar, namun pihaknya sangat berharap peminat akan banyak (tanpa koma) agar memberi warna dalam pencarian komisioner yang berkompeten.

“Tahapan dimulai Agustus,” katanya.

Pemda Lobar sangat berharap komisioner BAZNAS yang baru nantinya akan mampu mengembangkan lembaga pengumpul dana umat tersebut. Sebab selama ini, diakuinya, lembaga itu masih terpaku pada pengumpulan dana dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang tetap akan diterima. Lantaran Pemkab Lobar sudah menetapkan regulasi yang mewajibkan ASN.

Namun, kata Saikhu, BAZNAS bisa mencari potensi pengumpulan dana umat dari unsur masyarakat lainnya, baik itu masyarakat kalangan mampu atau kaya, maupun industri perhotelan, restoran hingga perusahaan.

“Ini kan memang dari awal potongan dari ASN. Kita harapkan juga masyarakat yang berkelebihan, nah itu bisa memanfaatkan untuk menyalurkan infak, sedekah gitu. BAZNAS ini yang salurkan. Kita harapkan masyarakat juga bisa menyalurkan lewat itu,” ucapnya.

Bervariasinya latar belakang komisioner BAZNAS juga sangat ditekankan Bupati Lobar. Agar membuat manajemen dari lembaga itu tertata dan memiliki target hingga sasaran yang jelas.

“Memang idealnya kalau kita maunya yang komplit. Ini kan ada 5 orang, kita harapkan juga di samping ada unsur tokoh masyarakat, ada juga tokoh agama, ada juga yang memang ahli manajemen,” pungkasnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *