MATARAM – Kepala Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB memimpin rapat tindak lanjut hasil kunjungan kerja Gubernur NTB ke Malaysia sekaligus membahas direktif pendirian Sekolah Integratif Afirmatif.

Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) NTB. Sejumlah agenda penting dibahas, di antaranya pengembangan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, persiapan pendirian Sekolah Integratif Afirmatif, serta penyusunan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Baiq Nelly Yuniarti menegaskan bahwa tindak lanjut hasil kunjungan kerja Gubernur NTB harus diterjemahkan menjadi program yang terukur dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, kolaborasi antarperangkat daerah menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sekolah Integratif Afirmatif diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi, karakter, serta keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Sementara itu, skema KUR bagi CPMI disiapkan untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan sehingga proses persiapan keberangkatan pekerja migran dapat dilakukan secara lebih profesional dan tidak membebani calon pekerja.

Melalui sinergi lintas perangkat daerah dan para pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pengembangan SDM yang terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, serta siap memanfaatkan peluang kerja di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan NTB yang lebih maju dan sejahtera. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *