LOBAR—Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia, Jumat (10/7). Salah satunya Bendungan Meninting, Desa Bukittinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), yang menjadi tempat peresmian yang dihadiri langsung RI 1 bersama Menko Infrastruktur, Menko Ketahanan Pangan, hingga Menteri PUPR.
Prabowo bahkan mengundang sejumlah petani, masyarakat, hingga siswa hadir di peresmian. Di deretan kursi itu, terlihat Kapolri hingga Jenderal Panglima TNI dan sejumlah kepala daerah di Nusa Tenggara Barat. Bendungan lain yang bersamaan diresmikan yaitu Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Sidan yang ada di Kabupaten Gianyar, Bali; dan dua bendungan di Aceh, yaitu Bendungan Terto serta Bendungan Rukoh.
Lima bendungan yang menelan anggaran Rp9,79 triliun itu dipastikan akan menjamin pasokan air lahan pertanian dan kebutuhan air bersih sehingga mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo untuk swasembada pangan tercapai. Hal ini diyakini akan membantu peningkatan hasil pertanian hingga satu juta ton padi per tahunnya. Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan pembangunan bendungan membutuhkan waktu yang relatif lama dan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, bendungan tersebut dibangun sejak 2019 hingga akhirnya selesai 2025 lalu dan kini sudah difungsikan untuk kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan seperti ini memerlukan waktu, memerlukan biaya, memerlukan sumber daya. Dan saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang meresmikan. Tetapi, pendahulu-pendahulu saya semua berjasa,” terang Prabowo dalam sambutannya.
Meski pemerintah berperan dalam investasi hingga pembangunan proyek bendungan itu, namun tujuannya untuk kemakmuran bangsa. Bahkan, dengan langkah pemerintah menghentikan impor solar dari luar negeri dan menjadi negara pertama yang menghasilkan biodiesel dari penggabungan minyak kelapa sawit, negara bisa berhemat mencapai Rp170 triliun.
“Bayangkan hari ini kita resmikan lima bendungan. Dari biodiesel, kita bisa menghemat Rp170 triliun. Bayangkan berapa puluh bendungan yang bisa kita bangun dalam setahun,” jelasnya.
Prabowo mengingatkan agar bendungan yang sudah dibangun tetap dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan rakyat. Sebab, ia menegaskan segala pembangunan yang berasal dari uang rakyat harus kembali lagi kepada rakyat.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo menerangkan lima bendungan yang sudah terbangun juga dilengkapi jaringan irigasi sepanjang 280 km untuk kurang lebih 40.000 hektar lahan pertanian.
“Jadi, dari kelima bendungan ini, insyaallah kita akan mendapatkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun,” terang Dody.
Lima bendungan dibangun dalam rentang waktu antara tahun 2015 sampai dengan 2025 dan sudah memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat setempat. Bahkan, Kementerian PU memastikan pekerjaan irigasi terus dilakukan, memastikan agar air benar-benar sampai kepada lahan-lahan pertanian sesuai dengan arahan Presiden.
“Berfungsi maksimal untuk mendukung swasembada pangan, untuk mampu memberikan air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.
Lima bendungan ini telah memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 40.000 hektar yang ditunjang jaringan irigasi sepanjang 280 km. Bahkan, bendungan ini akan mendukung pengairan persawahan untuk hasil pertanian kurang lebih 720.000 ton padi per tahun.
Daya tampung lima bendungan ini total 371 juta meter kubik, dan mampu mengamankan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik bagi masyarakat, serta perlindungan terhadap kurang lebih 932 hektar wilayah dari potensi banjir.
Sedangkan untuk ketahanan energi, bendungan tersebut berpotensi menyumbang pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,6 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya terapung sebesar 346 megawatt.
Khusus untuk Bendungan Meninting sendiri, keberadaannya dapat mengurangi konflik horizontal antara para petani, khususnya di wilayah Lombok Barat, karena mereka selalu berebut air ketika musim tanam tiba.
“Alhamdulillah, dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik, dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Sawah yang tadinya bergantung pada tadah hujan, sekarang menjadi sawah yang bisa kita airi dari bendungan seluas 1.500 hektar dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km,” pungkasnya.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang sudah memilih Lombok Barat menjadi lokasi kunjungan pertama Presiden ke Nusa Tenggara Barat.
“Tentu kami atas nama pemerintah Lombok Barat dan masyarakat Lombok Barat menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya,” ucapnya.
Pascaperesmian itu, LAZ langsung menindaklanjuti rencana proyek SPAM Bendungan Meninting untuk suplai air bersih warga Lobar. Sebab, pihak PAM Giri Menang terus mengawal rencana itu demi membantu suplai air bersih hingga seluruh Lobar.
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri PU untuk mempertajam kelanjutan air minum dari Bendungan Meninting ini,” pungkasnya.(win)
