Dinas Kesehatan Lombok Utara saat menggelar pelstihan survailans bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas. (Ist)

KLU-Dinas Kesehatan Lombok Utara melalui Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) menggelar pelatihan survailans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) bagi tenaga kesehatan (Nakes) dan tenaga medis (Named) yang bertugas di Puskesmas.

Pelatihan yang menghadirkan 25 orang peserta terdiri dari tenaga Dokter, tenaga Laboratorium dan tenaga Survailans ini berlangsung selama delapan hari sejak tanggal 2 hingga 9 Juli 2026 lalu yang dilangsungkan di Hotel Puri Indah Mataram.

Sekdis Kesehatan Lombok Utara Hj.Rusniatun menyampaikan peserta yang mengikuti pelatihan merupakan keterwakilan dari delapan puskesmas yang ada di Lombok Utara.

Ia membeberkan untuk sumber pendanaan pelatihan yakni dari dana bantuan operasional kesehatan (BOK) APBN 2026.

Pelatihan yang berlangsung sepekan ini kata Rusniatun merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan dengan Bapelkes Kemenkes RI dan Juga Dinas Kesehatan Provinsi yang turut juga sebagai fasilitator didalam proses pelatihan.

Dimana 25 Peserta dalam penutupan Pelatihan, dinyatakan kompeten dan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi pelaksanaan surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi yang tentu manfaat kedepan sebagai angka kredit point atau sebagai bukti tenaga medis dan tenaga kesehatan tersebut kompetens terhadap materi pelatihan yang diberikan.

“Kami berharap dengan pelatihan ini kedepan kordinasi survailens dapat ditingkatkan kembali terhadap penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Bapelkes Mataram Kemenkes RI Ali Wardana menyampaikan pelaksanakan pelatihan ini penting sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan juga amanat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

Dalam regulasi tersebut mengamanatkan agar pelatihan dilaksanakan pada institusi pelatihan yang terakreditasi. Dan apa yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara kata Ali sudah sangat tepat karena memilih Bapelkes Mataram sebagai mitra untuk pelaksanaan pelatihan.

​Beberapa materi diberikan kepada peserta diantaranya berkaitan dengan survailans campak, polio, difteri, pertusis, tetanus, komunikasi resiko, imunisasi, dan juga materi anti korupsi dari Penyuluh Anti-Korupsi (PAKSI) KPK yang sudah terakreditasi oleh lembaga sertifikasi dari KPK.

“Jadi, ini adalah bentuk kesiapsiagaan, atau bagian dari mitigasi,” terangnya.

​Di mana ada beberapa penyakit-penyakit menular yang kata Ali dapat diprediksi akan muncul ke depan baik dalam sekian tahun yang tentunya perlu dicegah sejak awal dengan imunisasi.

Pasca pelatihan tentu kata Ali harus ada rencana tindak lanjut yang dapat diharapkan dari peserta untuk diimplementasikan disetiap puskesmas, sehingga ilmu yang sudah diterima tidak hanya selesai sampai pada selembar kertas berupa sertifikat yang diterima.

“Kami harap ada penguatan-penguatan yang dilakukan di lapangan, sehingga capaian-capaian imunisasi dasar dan lengkap itu dapat tercapai dengan baik,” cetusnya.(dhe)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *