LOTENG – Upaya meningkatkan kemampuan literasi guru terus dilakukan melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) berbasis gugus di Kecamatan Praya Tengah. Kegiatan yang melibatkan kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah dasar ini berlangsung di Gugus 1 SDN 2 Batunyala dan mendapat sambutan positif dari para peserta.
Kepala SDN 2 Batunyala, Ni Ketut Mayoni, mengatakan bahwa pelatihan peningkatan kemampuan literasi tersebut dilaksanakan dengan pendekatan berbasis gugus yang disuport INOVASI NTB agar pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh sekolah.
“Pelatihan ini berbasis gugus, sehingga setiap gugus memiliki sekolah pionir yang nantinya mengimbaskan hasil pelatihan kepada sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam pelatihan berfokus pada penguatan asesmen pembelajaran serta strategi peningkatan kemampuan literasi di sekolah.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Praya Tengah, H. Mawarzun, menyampaikan bahwa keterlibatan kepala sekolah dan guru imbas menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut. Dukungan dari Inovasi pendidikan juga terus didorong agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.
“Kepala sekolah dan guru imbas menjadi motor penggerak di masing-masing gugus. Inovasi yang dikembangkan di sekolah perlu terus didukung agar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, H. Jumadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran.
“Pelatihan ini dikemas sedemikian rupa agar mudah diterapkan di sekolah. Jika semua bergerak bersama, maka dampaknya akan dirasakan secara luas. Pengalaman mengajar yang dimiliki guru juga menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelasnya.
H. Jumadi menambahkan, program peningkatan literasi menjadi salah satu fokus utama karena hasil asesmen pendidikan tahun 2026 menunjukkan bahwa kemampuan literasi masih memerlukan perhatian serius.
“Kita mengetahui dari berbagai hasil asesmen bahwa kemampuan literasi masih menjadi tantangan. Karena itu, program percepatan peningkatan literasi terus kita dorong dan didukung melalui berbagai inovasi pendidikan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, saat ini Lombok Tengah memiliki sekitar 99 gugus dengan jumlah sekolah mencapai lebih dari 600 satuan pendidikan. Melalui penguatan gugus, diharapkan peningkatan kompetensi guru dapat dilakukan secara lebih merata.
“Harapan kami, gerakan ini dimulai dari gugus kemudian menyebar ke seluruh sekolah. Tidak hanya literasi, tetapi juga numerasi yang menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Lombok Tengah,” tegasnya.
Melalui kegiatan KKG berbasis gugus tersebut, para guru diharapkan mampu mengembangkan budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah, sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan membaca, memahami informasi, dan berpikir kritis bagi peserta didik maupun kalangan pendidik. (fiz)
