MATARAM – Universitas Islam Negeri Mataram menggelar Wisuda ke-54 pada Sabtu, 25 April 2026. Prosesi akademik berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri pimpinan universitas, senat kampus, sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Ratusan lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana, magister hingga doktor, resmi dikukuhkan dalam momen penting tersebut. Wisuda ini menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia pengabdian di tengah masyarakat.
Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, dalam sambutannya menegaskan wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Wisuda bukan garis akhir, tetapi titik awal pengabdian,” tegasnya di hadapan para wisudawan dan keluarga.
Menurut Rektor, tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi yang pesat, dinamika ekonomi dunia, hingga persoalan sosial yang terus berkembang. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, integritas, serta kepekaan sosial.
Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi setiap jenjang lulusan. Lulusan sarjana didorong menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Lulusan magister diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis riset dan kajian ilmiah. Sementara itu, lulusan doktor dituntut menjadi penghasil pengetahuan dan inovasi untuk kemajuan bangsa.
Rektor menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari jabatan maupun penghasilan, tetapi dari seberapa besar kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Lulusan UIN Mataram harus hadir di berbagai sektor, baik sebagai akademisi, pengusaha, birokrat, pendidik, maupun profesional yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan integritas,” ujarnya.
Wisuda ke-54 ini menjadi simbol kesiapan lulusan UIN Mataram untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa, sekaligus membawa nilai-nilai keislaman dan keilmuan dalam setiap langkah pengabdian. (rls)
Keterangan Foto:
Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir. (ist)