MATARAM – Merespon kemajuan teknologi informasi dan komunikasi baru, dengan beragam platform digital yang semakin erat dengan kehidupan sehari-hari Mahasiswa yang notabene nya adalah Gen-Z. Mereka berada pada era dimana kemajuan zaman yang tentunya memiliki karakter quick access dan tentunya minim budget seperti media sosial dengan beragam fitur.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram melaksanakan Studium Generale dengan tajuk Startup Teknologi Berbasis Nilai Islam: Peluang Alumni FDIK UIN Mataram Menjadi Technopreneur Muslim di Era Digital diisi langsung praktisi media oleh Wijayanto. Agenda rutin akademik yang dilaksanakan Kamis (16/4) di Auditorium UIN Mataram ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Mataram Prof TGH Masnun Tahir, Ketua LPM UIN Mataram Prof TGH Fahrurrozi Dahlan, Dekan FDIK Doktor TGH Lalu Ahmad Zaenuri, Dekan FUSA Prof. Suprapto, jajaran pimpinan di lingkungan FDIK, dosen, dan Mahasiswa.

Dekan FDIK Doktor Lalu Ahmad Zaenuri menyampaikan bahwa Mahasiswa FDIK kedepannya semakin melek dengan peluang dan potensi atas kemajuan teknologi saat ini. Termasuk kaitannya dengan skill alumni yang mampu memanfaatkan platform media sosial sebagai alat untuk dakwah hingga usaha produktif.

“Kami tentunya mendorong agar Mahasiswa FDIK tetap melek kemajuan teknologi digital. Ini tentunya sangat memberikan manfaat terhadap peluang alumni kedepannya. Tidak hanya soal dakwah, namun juga technopreneur mulim.” ungkapnya.

Rektor UIN Mataram Prof TGH Masnun Tahir saat membuka acara Studium Generale FDIK menjelaskan dalam sambutannya bahwa Mahasiswa dan alumni FDIK UIN Mataram harus berani hidup dengan situasi zamannya. Jika teknologi informasi dan komunikasi sudah mengalami perubahan secara cepat, maka SDM yang kita miliki harus lebih cepat memberikan respon terhadap perubahan tersebut yang tentunya juga berkaitan dengan STEMR (Sains, Teknologi, Engineering, Matematika, dan Religion). Termasuk di dalamnya terkait dengan melahirkan technopreneurship muslim.

“Arahan dari Bapak Dirjen Pendis bahwa kita harus memiliki bekal terkait dengan STEMR (Sains, Teknologi, Engineering, Matematika, dan Religion). Dimana hal demikian untuk merespon perubahan teknologi informasi dan komunikasi kita begitu cepat. Mahasiswa dan alumni kita juga dituntut harus lebih adaptif dengan zamannya. Tidak boleh Mahasiswa ini lamban dalam menghadapi kemajuan teknologi. Supaya bisa melahirkan sosok technopreneur muslim yang handal. Cepat terserap di dunia kerja.” tegasnya.

Agenda Studium Generale yang diisi oleh Wijayanto selalu praktisi designer dan multimedia 3D lebih memberikan fokus kepada Mahasiswa untuk melatih diri agar memanfaatkan platform media sebagai sarana menuntun karir kedepannya. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *