Prof Masnun dan para guru besar. (ist)

MATARAM – Sebanyak 48 dosen di UIN Mataram menerima Sertifikat Dosen Profesional (Serdos) dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di ruang sidang rektor kampus tersebut. Sertifikat dosen profesional merupakan bukti pengakuan resmi dari pemerintah bahwa seorang dosen telah memenuhi standar kompetensi sebagai dosen profesional di perguruan tinggi.

Sertifikat ini diberikan setelah dosen dinyatakan lulus dalam proses sertifikasi dosen yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Indonesia. Proses penilaian terhadap dosen UIN Mataram dilakukan oleh Perguruan Tinggi Penilai (PTP) Serdos, yakni UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Kegiatan penyerahan sertifikat tersebut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor III, Kepala Biro, serta para dosen penerima sertifikat. Acara dipandu oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof Fahrrozi, yang dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah dosen yang menerima sertifikat pendidik profesional pada tahun ini sebanyak 48 orang.

Guru besar itu mengingatkan bahwa setelah menerima sertifikat dan surat keputusan, para dosen memiliki konsekuensi untuk terus meningkatkan kinerja. Selain menjadi pengakuan profesionalitas, sertifikasi dosen juga membawa konsekuensi berupa penambahan penghasilan melalui tunjangan profesi yang diberikan setiap bulan.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan, khususnya LPM, yang telah bekerja keras mengawal proses sertifikasi hingga para dosen berhasil lulus. Ia juga menyinggung berbagai upaya LPM dalam mendukung peningkatan mutu akademik, termasuk dalam proses akreditasi beberapa program studi seperti Prodi PMI dan Prodi Ilmu Falak.

Rektor menegaskan bahwa setelah memperoleh sertifikat dosen profesional, para dosen tidak hanya memperoleh hak berupa tunjangan profesi, tetapi juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi.

“Kewajiban tersebut meliputi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti mengajar, melakukan penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” tegas Masnun Seperti dilansir di website UIN Kamis (05/03) di Mataram.

Selain itu, dosen juga diharapkan aktif mempublikasikan karya ilmiah, menjaga integritas akademik, meningkatkan kemampuan bahasa, serta mempertahankan disiplin kerja.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam pelaporan Laporan Beban Kerja Dosen (LBKD). Saat ini pelaporan LBKD di UIN Mataram telah terintegrasi dengan aplikasi SISTER, sehingga dosen diharapkan dapat melaporkan kinerjanya secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dosen penerima sertifikat serta mengajak mereka untuk selalu bersyukur dan menjaga kesehatan. Ia juga mengimbau para dosen untuk turut berperan aktif dalam menyosialisasikan penerimaan mahasiswa baru UIN Mataram serta memberikan dukungan positif terhadap berbagai publikasi dan berita kampus di media sosial. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *