PRAYA—Hasil Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) Partai Amanat Nasional (PAN) Lombok Tengah (Loteng) yang menghasilkan, Marsekan Fatawi sebagai Ketua DPD PAN Loteng menuai protes. Hal itu lantaran proses Musdalub yang menunjuk nama Marsekan Fatawi dinilai tidak berdasarkan aturan partai yang benar dan terkesan telah diatur sebelumnya.
Salah satu kader PAN yang ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PAN dalam Musdalub, H Agus Salim menyatakan, yang mendaftar sebagai calon ketua sebelumnya ada 12 orang. Termasuk dirinya sebagai orang pertama yang mendaftarkan diri. Namun, dari sekian pendaftar ini kembali disaring oleh DPW untuk menentukan 5 orang yang akan mengikuti Musdalub tersebut.
“Dari 5 orang lulus yang dipilih DPW itu termasuk saya di dalamnya,” katanya, kemarin.
Setelah ditentukan 5 orang yang lulus oleh DPW diantaranya, Marsekan Fatawi, Yasir Amrillah, Muhsan, Saiful dan dirinya, kemudian dilaksanakan Musdalub pada tanggal 11 Maret di Hotel Dmax. Namun, pada saat berlangsung Musdalub, tiba-tiba Muhsan mengundurkan diri. Sehingga, pihaknya menilai dengan pengunduran diri Muhsan tanpa alasan yang jelas ini seolah –olah diatur agar Marsekan Fatawi menjadi ketua.
“Ini seolah –olah partai keluarga. Siapa Muhsan dan Marsekan Fatawi. Mereka masih keluarga dari Muazzim Akbar. Makanya saya tolak keras hasil Musdalub ini,” jelasnya.
Ia mengaku, dengan mundurnya Muhsan pada Musdalub saat itu sudah terlihat dirinya seakan dipermainkan. Bahkan DPW dengan lantang menyatakan kalau Marsekan Fatawi yang pantas menjadi ketua. Alasannya, karena sudah lama menjadi kader PAN. Makanya, melihat itu dirinya terpaksa mengundurkan diri, dari pada kalah tanpa alasan yang jelas.
“Tapi mereka tidak mikir dalam kepengurusan mereka selama ini tidak pernah sukses. Ini yang sangat sesalkan,” sesalnya.
Terhadap persoalan ini, dirinya tidak akan mengatakan akan keluar dari PAN. Karena dirinya ingin melihat kepungurusan ini. Kalau masih tetap seperti ini atau masih mementingkan kekeluargaan tentu dirinya akan mikir ngapain.
“Kenapa saya bilang partai ini partai keluarga, buktinya pada Pileg sebalumnya hanya saya dari orang luar yang mencalonkan diri untuk DPRD Provinsi. Sedangkan sisanya adalah dari Praya Barat semua,” tegasnya.
Disinggung menganai AD/ART PAN dalam Musdalub, ia mengaku, dirinya tidak pernah mendapatkan juklak juknis Musdalub tersebut. Sehingga, pihaknya tidak mengetahui bagaimana aturannya seperti apa.
“Saya menyatakan ini bukan karena unsur kecewa. Tapi saya katakan ini sebagai bentuk kekecewan teman-teman,” tuturnya.
Sementara itu, Sekjen DPD PAN Loteng, Yasir Amrillah menegaskan, pelaksanaan Musdalub sudah sesuai dengan aturan. Bahkan, dalam Musdalub berlangsung Muhsan yang sebagai salah satu formatur tidak mundur. Melainkan, ditanya kesiapannya menjadi ketua atau tidak. Tapi Muhsan lebih memilih menjadi pengurus di DPW.
“Semuanya malah ditanya tentang itu. Coba bukak AD/ART PAN karena ada pasal yang mengatur itu,” ucapnya, kemarin.
Selain itu, terpilihnya Fatawi sebagai ketua karena berdasarkan kesepkatan bersama. Karena pertimbanganya karena Fatawi ini sudah lama menjadi pengurus PAN. (jay)