SINERGI: rombongan Mahasiswa Asal Malaysia saat diterima Bupati Lobar di Ruang Jayangrane Kantor Bupati Lobar, Jumat (27/3).(Ist)

LOBAR—Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali mempertegas posisinya sebagai destinasi edukasi internasional yang strategis di Nusa Tenggara Barat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bertajuk Inbound Mobility, sebanyak 25 mahasiswa asal Malaysia resmi memulai pengabdian masyarakat di wilayah tersebut. Program yang diinisiasi oleh Universitas Bima International (UnBim) ini bentuk kolaborasi lintas negara melibatkan sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat akar rumput.

Rombongan mahasiswa dari Saito University College Malaysia tersebut diterima secara resmi oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, di Ruang Rapat Jayengrana pada Jumat (27/3). UnBim berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), STKIP Yapis Dompu, dan STIE Yapis Dompu.

Selama empat minggu ke depan, para peserta akan disebar ke 15 desa di seluruh wilayah Lobar. KKN Internasional ini mengusung pendekatan multisektoral yang komprehensif. Rektor UnBim, Apoteker Ajeng Dian Pertiwi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyentuh aspek-aspek krusial pembangunan desa.

“Program-program yang ada tidak hanya meliputi tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi kompleks. Ada kesehatan, pendidikan, pariwisata, hukum, lingkungan, dan juga terkait dengan UMKM,” terang Ajeng.

Kehadiran mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan potensi lokal. Terutama bidang digitalisasi UMKM dan penguatan sektor pariwisata berbasis komunitas. Selain akademik, program ini menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif.

Program KKN Internasional ini diapresiasi Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini. Pria yang akrab disapa LAZ itu menekankan pentingnya kesan mendalam bagi para mahasiswa asing. Pengalaman langsung tinggal bersama warga desa akan menjadi alat promosi pariwisata yang jauh lebih kuat dari pada sekadar iklan di media sosial. Selain itu keramah-tamahan masyarakat lokal adalah aset terbesar daerah.

“Begitu kesan mendalam itu akan terus terkenang selama dalam kehidupannya, bahwa oh pernah ke sana dan sangat baik. Itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Dosen perwakilan dari Saito University College, Dr. Miruna, mengungkapkan antusiasme mahasiswanya mempelajari sistem pelayanan sosial (social work) di Indonesia. Menurutnya, Lobar menawarkan laboratorium sosial yang unik bagi mahasiswa untuk belajar cara hidup masyarakat yang harmonis dan religius.

“Bukan saja dari segi akademik, tetapi para pelajar Saito University College dari Malaysia mampu mempelajari budaya, cara-cara hidup masyarakat di Lombok yang sangat cantik dan orang-orangnya yang baik,” ungkap Dr. Miruna.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Yayasan UnBim, Dr. Syamsuriansyah, menegaskan kegiatan ini momentum penting bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Lobar. Melalui interaksi dengan mahasiswa internasional, pemuda desa diharapkan termotivasi untuk memperluas wawasan global tanpa melupakan akar budaya lokal.

Perwakilan mahasiswa Malaysia, Ahmad Sahmi, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat pemerintah daerah. Ia menyatakan komitmennya untuk berkontribusi maksimal dalam setiap aktivitas pengabdian. “Kami ingin memberikan yang terbaik dan mengambil banyak pelajaran berharga dari setiap aktivitas yang dilakukan selama masa pengabdian di Lobar,” tutupnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *