MENINGGAL: Foto Korban Gantung diri ADS.(IST)

LOBAR – Warga Perumahan Pemda Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung heboh. Seorang remaja pria berinisial ADS (18) ditemukan meninggal dunia gantung diri di dalam kamar rumahnya yang terletak di Perumahan Pemda, Jalan Raya Rajumas, Blok AE 01, Minggu dini hari (15/3).

Peristiwa memilukan ini terungkap ketika pihak keluarga hendak mengajak korban untuk menyantap sahur bersama. Namun, alih-alih mendapatkan respon, keluarga justru menemukan kenyataan pahit yang mengejutkan warga sekitar. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya, di mana spekulasi yang beredar di lingkungan sekitar mengarah pada dugaan tekanan psikologis akibat perundungan (bullying) yang dialaminya.

Kepolisian Polres Lobar mengambil langkah cepat setelah menerima laporan mengenai penemuan jenazah yang diduga bunuh diri tersebut. Laporan awal diterima oleh piket Polsek Gerung yang langsung melakukan Penanganan sejak pukul 04.30 WITA. Personel gabungan dari Polsek Gerung dan Tim Identifikasi Polres Lobar langsung meluncur ke kediaman korban untuk melakukan pengamanan area serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalankan serangkaian prosedur identifikasi sesuai standar operasional yang berlaku.

“Kami telah menerima laporan mengenai peristiwa ini. Segera setelah informasi masuk, kami menuju TKP dan tak lupa melaporkan kejadian tersebut ke Polres. Tim kami langsung melakukan identifikasi awal guna memastikan seluruh prosedur hukum terpenuhi,” ujar AKP Lale Dewi.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian bermula pada Sabtu malam (14/3). Korban ADS diketahui terakhir kali terlihat masuk ke dalam kamar pribadinya sekitar pukul 22.00 WITA. Sejak saat itu, korban tidak lagi keluar kamar hingga tiba waktu sahur pada Minggu dini hari.

Saat pihak keluarga berniat membangunkan ADS untuk makan sahur bersama. Kecurigaan muncul ketika pintu kamar korban diketuk berulang kali namun tidak kunjung mendapatkan jawaban atau suara dari dalam. Merasa ada yang tidak beres, adik korban yang berinisial AO kemudian memberanikan diri membuka pintu kamar.
Saat pintu terbuka, AO mendapati kakaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi leher terikat pada terali jendela. Dalam suasana kepanikan yang luar biasa, keluarga segera menghubungi paman korban, DS, untuk meminta bantuan menurunkan jenazah. Tak lama setelah itu, kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Mataram menggunakan unit ambulans dari Puskesmas Dasan Tapen untuk menjalani proses visum luar pukul 06.30 wita.

Hasil medis, tim dokter menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lainnya pada tubuh korban. Handa ada luka di bagian leher jeratan, serta kondisi lidah tergigit, yang merupakan ciri umum pada kasus serupa.

Meskipun pihak kepolisian sempat menyarankan dilakukannya prosedur autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian secara mendalam, pihak keluarga menyatakan keberatan. Keluarga mengaku telah mengikhlaskan peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan secara resmi menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi.

“Fokus utama kami adalah menyelesaikan prosedur hukum secara prosedural. Kami meminta doa dari masyarakat agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” pungkas AKP Lale Dewi.

Saat ini, jenazah telah diserahterimakan kembali kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Berdasarkan informasi terakhir, almarhum direncanakan akan dimakamkan usai salat Dzuhur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gerung. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *