MATARAM – Kehadiran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Presiden Prabowo saat ini tidak lain menyiapkan generasi 20 tahun mendatang menuju generasi emas 2045. MBG bukan program biasa. Bukan sebatas menghabiskan makanan melainkan menu yang disajikan semuanya bergizi. Sajian menu tiap hari dikawal ketat ahli gizi di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuannya cita-cita pemerintah mewujudkan generasi pintar, cerdas dan ceria bisa tercapai.
“Ini maksud dan tujuan MBG ini,” tegas Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar saat melakukan sosialisasi MBG bersama BGN di BLKLDN Dasan Cermen Mataram Jumat (06/02).
Anggota Fraksi PAN DPR RI Dapil NTB II (Pulau Lombok) itu menegaskan pemberian makan ini dimulai dari anak yang masih dalam kandungan hingga jenjang sekolah SMA di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo menggelontorkan tidak kurang dari Rp 400 Triliun APBN setiap tahun.
Saat ini SPPG berdiri sebanyak 22 ribu di seluruh Indonesia memberi makan gratis rakyat Indonesia mencapai 60 juta orang.
“Target sampai 2026 kita bisa memberikan makan gratis tidak kurang dari 82,9 jt orang,” terang mantan Ketua DPW PAN NTB tiga periode itu.
Di NTB sendiri pusat menggelontorkan anggaran mencapai Rp 1 Triliun dalam satu tahun untuk mendukung berjalanan MBG di ratusan Dapur (SPPG,red) se NTB.
Apa yang dilakukan presiden demi memakmurkan dan mensejahterakan rakyat Indonseia. Bisa dibayangkan, multi player efef MBG. Dari sisi lapangan kerja saat ini sudah menyerap 1 juta Tenaga Kerja (Naker). Belum lagi tumbuhnya sektor ekonomi di berbagai aspek. Misalnya telur, daging, sayur, beras dan seterusnya yang terserap setiap hari.
“MBG ini selain menyiapkan lapangan kerja tapi mampu menggerakkan ekonomi di bawah,” tegasnya.
Dihadapan ratusan peserta sosialiasi, Muazzim mengharapkan dukungan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Sebab semua program presiden demi rakyat dan demi bangsa dan negara.
Ditegaskannya Presiden Prabowo saat ini membangun negara dari desa. Selain adanya MBG, terdapat juga Koperasi Merah Putih Desa Kelurahan. Kopdes Merah Putih terdiri dari berbagai gerai yang disiapkan di desa-desa. Kopdes menjadi lembaga yang menampung semua hasil pertanian, peternakan dan lainnya di desa. Sehingga, kedepannya seluruh produk jualan Kopdes akan diserap oleh semua dapur.
“Kita saat ini sedang bangun gedungnya. Ukuran 20×30 M dengan anggaran Rp 1,2 – Rp 1,5 Miliar,” jelasnya.Karena itu tujuan program Presiden Prabowo bisa tersambung satu sama lain.
“Jadi persiapan SDM, menyediakan pekerjaan dan membangkitkan ekonomi,” pungkasnya. (jho)
