LOBAR—Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) melakukan akselerasi akhir proyek pembangunan Alun-Alun Giri Menang Park. Proyek strategis di pusat ibu kota Gerung ini sudah mencapai 90 persen atau tahapan finalisasi. Ditargetkan pada perayaan HUT Lobar ke-68 17 April mendatang, ikon ibu kota Gerung itu diresmikan.
Bangunan itu tidak hanya diproyeksikan sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga ikon ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Memasuki pekan keempat Maret 2026, aktivitas di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Penataan estetika kota yang lebih modern mulai terlihat, menggantikan wajah lama kawasan pusat pemerintahan tersebut.
Dinas PUPR-KP Lobar memastikan pengerjaan dilakukan dengan tempo cepat, tanpa menyampingkan standar kualitas bangunan yang jadi prioritas utama. Sebab Pengawasan ketat dilakukan setiap hari memastikan kontraktor atau rekanan bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah disepakati dalam kontrak kerja. Demi fasilitas publik yang memiliki kekuatan daya tahan jangka panjang dan keamanan bagi pengunjung.
“Progres fisik sampai saat ini sudah berada di angka sekitar 90 persen. Kami terus mengebut sisa pengerjaan yang ada agar semuanya tuntas tepat waktu,” ujar Kepala Dinas PUPR-KP, Lalu Ratnawi, Rabu (25/3).
Perencanaan matang dilakukan Dinas PU agar Alun-Alun Giri Menang Park ini menjadi ikon baru kita Gerung. Dikerjakan dalam dua fase penganggaran, total sekitar Rp 16,5 miliar digelontorkan menyulap kawasan ini menjadi lebih artistik dan fungsional. Pada tahap pertama, anggaran yang terserap mencapai Rp 7,1 miliar, sementara tahap kedua anggaran ditambah sebesar Rp 9,4 miliar. Pada fase kedua ini difokuskan penyempurnaan fasilitas penunjang yang lebih ramah bagi semua kalangan. Hal ini mencakup penataan lanskap hijau, pembangunan area pedestrian yang luas, serta penyediaan fasilitas yang aksesibel bagi penyandang disabilitas. Dengan pendekatan ini, Alun-Alun Giri Menang Park diharapkan mampu menjadi ruang sosial yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peresmian alun-alun ini pada perayaan HUT Lobar sudah diagendakan. Kehadiran ruang publik yang megah di pusat kota Gerung diharapkan meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat serta memberikan rasa bangga terhadap identitas daerah. Pemerintah daerah optimistis bahwa fasilitas ini akan menjadi daya tarik baru yang menghidupkan suasana ibu kota, baik di siang maupun malam hari.
“Rencananya akan kita resmikan pas tanggal 17 April mendatang. Ini akan menjadi kado istimewa dari Pak Bupati dan Ibu Wabup untuk HUT Lobar tahun ini,” imbuh Ratnawi dengan nada optimis.
Selain fungsi estetika dan rekreasi, bangunan Ikonik itu juga diharapan besar memberikan dampak ekonomi. Karena diprediksi akan menjadi magnet bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif. Ruang publik yang nyaman secara alami akan mengundang massa, yang kemudian menciptakan peluang pasar bagi pedagang lokal dan penyedia jasa kreatif lainnya.
Lalu Ratnawi menekankan bahwa visi pembangunan ini melampaui sekadar mempercantik kota. Namun ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas positif seperti olahraga ringan dan interaksi sosial yang sehat.
“Tidak hanya sekadar menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di wilayah Gerung dan sekitarnya,” pungkasnya. (win)
