LOBAR-Banjir hebat sempat melanda Kawasan Wisata Senggigi Lombok Barat, Minggu (5/4) Siang. Intensitas hujan yang tinggi dan sempitnya drainase di kawasan itu diduga menjadi penyebabnya. Banjir itu terjadi di Jalan perlintasan Hotel Sheraton dan Sudamala Senggigi.
Banjir ini bahkan sempat masuk hingga kawasan hotel. Hingga membuat kemacetan karena pengendara tidak bari menerobos banjir setinggi lutut orang dewasa itu.
Camat Batulayar, Muhammad Subayin mengaku kondisi banjir sudah berlangsung surut pada sore hari. Bupati hingga OPD terkait juga turun langsung memantau bencana itu untuk mencari solusi cepat mencegah terjadi kembali.
“Sempat memang tadi banjir di depan Sheraton dan Qunci Villa, tapi sudah surut semua. Dan tadi ada pohon tumbang diatas tanjakan Sheraton, dan sudah di atasi oleh BPBD. Sudah lancar semua (lalu lintas),” terang Subayin yang dikonfirmasi Melalui sambungan telepon.
Ia tak menampik beberapa titik banjir di Senggigi itu kerab menjadi langganan banjir. Namun langkah penanganan cepat langsung diambil Pemda untuk mencegah kembali banjir itu. Pelebaran drainase menjadi solusi yang dianggap bisa memperlancar aliran air dari perbukitan Senggigi. Terlebih kondisi drainase itu begitu cepat terjadi pendangkalan.
Langkah cepat Bupati meminta Dinas terkait untuk segera berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk rencana pelebaran drainase tersebut.
“Tadi saya dengar sendiri pak bupati saat menelpon Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) untuk berkoordinasi dengan BWS. Karena ini kewenangannya jalan Negara, memang dia sempit drainase dipojok depan Sheraton,” bebernya.
Kondisi Perbukitan Senggigi yang minim penyerapan air diduga karena alih fungsi lahan menjadi kawasan Villa, membuat aliran air begitu deras turun. Diperparah dengan drainase sempit dan dangkal membuat air cepat meluap ke jalan.
“Karena tidak bisa kita bendung air dari perbukitan ini. Makanya satu-satunya jalan untuk memotong (banjir) dengan drainase besar. Karena biar pun besar (air) tapi kalau terbuang langsung (lewat drainase) tidak masalah,” imbuhnya.
Saat disinggung terkait dampak alih fungsi lahan perbukitan diduga jadi penyebab banjir, Subayin menilai hal itu mungkin Saja. Sebab material banjir itu tidak hanya air namun tanah lumpur.
“Kasihan juga hotel, katanya sampai lobi dan lapangan tenisnya kena banjir,” ungkapnya.
Pemda Lobar berkomitmen untuk mengatasi permasalahan banjir di kawasan Senggigi. Sebab Pemda Ingin tetap menjaga nama baik kawasan Pariwisata andalan Pemda Lobar tersebut.
Sementara itu, penanganan banjir mendapat bantuan Kepolisian Polsek Batulayar. Luapan air yang cukup signifikan tidak hanya merendam akses jalan utama yang menghubungkan kawasan wisata, tetapi juga mulai memasuki pemukiman warga di beberapa desa.
Hujan dengan intensitas lebat mulai mengguyur wilayah Batulayar dan sekitarnya sejak pukul 12.45 WITA. Waktu singkat, debit air meningkat tajam karena sistem drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan yang masif. Hal ini menyebabkan air meluap ke badan jalan dan pemukiman warga.
Beberapa titik yang terdampak cukup parah terpantau berada di kawasan wisata Desa Senggigi. Di Jalan Raya Senggigi, tepatnya di depan Hotel Sheraton, ketinggian air dilaporkan mencapai di atas lutut orang dewasa.
Kondisi ini membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sama sekali tidak dapat melintas, sehingga menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, area di depan Hotel Sudamala juga mengalami kondisi serupa dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Selain jalur transportasi, pemukiman warga juga mulai terancam. Debit air sungai di Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, dilaporkan terus meningkat hingga sebagian air sudah mulai memasuki halaman rumah penduduk.
Kondisi yang hampir sama juga terjadi di aliran Sungai Dam Sandik, Desa Lembah Sari, di mana luapan air sungai sudah mulai menggenangi area pekarangan rumah warga setempat.
Menanggapi situasi darurat tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Batulayar langsung bergerak cepat menuju lokasi-lokasi terdampak. meminimalisir risiko kecelakaan dan membantu warga yang terjebak di tengah genangan air.
“Kami telah menerjunkan personel Polsek Batulayar untuk segera berada di titik-titik banjir, terutama di Jalan Raya Senggigi. Prioritas utama anggota saat ini adalah mengurai kemacetan dan memberikan arahan bagi para pengendara agar tetap aman, mengingat ada titik yang memang tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali,” ujar Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda.
Lebih lanjut, AKP I Putu Krisna menjelaskan bahwa penanganan banjir ini memerlukan kolaborasi antarinstansi agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas. Pihaknya terus memantau perkembangan debit air secara berkala di pemukiman warga dan aliran sungai.
“Terkait situasi ini, kami juga sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini Camat Batulayar. Tujuannya agar segera mendapatkan bantuan dan dukungan teknis dari Dinas terkait serta pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Lombok Barat untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.(win)