IST/RADARMANDALIKA.ID HM. Supli

PRAYA – Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah, HM. Supli dengan tegas mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) naik. Disamping momen kenaikannya yang tidak tepat ini di bulan suci ramadan, kemudian kenaikan yang sangat sering dan cukup tinggi.

“Seolah-olah pemerintah tidak peduli dengan siatuasi yang sedang dihadapi rakyat,” tegasnya, kemarin.

BBM jenis Pertamax, Pertalite yang harganya dinaikkan, sementara premium yang paling banyak digunakan rakyat karena BBM subsisi dihilangkan. Belum lagi premium selalu diburu tukang ojek dan pedagang pasar. Tentu hal ini sangat memberatkan rakyat. Apalagi sebulan Ramadan, bahan pokok sudah terlebih dahulu naik harganya, seperti komoditas daging ayam, bawang putih, cabai, gula, minyak goreng, daging sapi, telur dan tepung terigu.

” Sekarang kita harus terima dengan pertamax yang sudah naik, disusul langkanya pertalaite dan solar yang rakyat menjadi maklum kalau dua jenis BBM ini juga akan naik harganya, ” katanya tegas.

Sementara, disisi konstituasi negara yang telah mengamanatkan bahwa negara hadir dalam rangka setinggi-tingginya menjamin kesejahteraan rakyat, tetapi apa yang dialami akhir-akhir ini seolah-olah amanat konstitusi itu terabaikan.
Harga-harga diserahkan sepenuhnya kepada pasar tanpa ada terlihat pola pengenalian. Pemerintah sesungguhnya menjadi pemegang kendali atas harga-harga dan ketersediaan komoditi yang dibutuhkan rakyat, tetapi faktanya seperti dilepas begitut saja.

Kemudian Petani misalnya, yang sudah menjadi pengalaman rutin apabila pada saat masa tanam kalau tidak pupuk jadi langka, pastinya harganya yang jadi naik. Kemudian saat musim panen, harga pasti terjun bebas murah. Pengalaman seperti ini terus menerus berulang yang oleh petani menjadi pertanyaan dimana kehadiran negara dalam kondisi ini?.

“Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua. Pemerintah harus memahami kondisi yang dialami dan dirasakan rakyat,” katanya tegas lagi.

Pemerintah sebagai regulator atas terkendalinya kondisi ini harus segera mengambil tindakan dan jalan keluar dalam waktu dekat. Pengawasan juga sangat penting terhadap peredaran dan ketersediaan komoditi bahan-bahan pokok harus terus dilakukan agar tidak ada pihak yang bermain ingin memperkaya diri di tengah situasi kesulitan rakyat, dan pemerintah juga harus melakukan oparasi-operasi pasar terhadap komoditi yang saat ini sangat dibutuhkan rakyat.

“Negara harus hadir kendalikan harga bahan pokok yang harganya kian melonjak,” sentilnya. (tim)

 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *