MATARAM – Bulan suci Ramadhan 1447 H (2026 M) menjadi momentum strategis bagi jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram untuk memperkuat fondasi pengabdian. Melalui kegiatan Safari Ramadhan yang dipusatkan di MAN 1 Kota Mataram, Sabtu (07/03), Kemenag menekankan bahwa kualitas pelayanan umat sangat bergantung pada sinergi yang kokoh dan disiplin pegawai yang tinggi.
Acara bertajuk “Silaturahmi dan Pembinaan Mental ASN Kantor Kementerian Agama Kota Mataram” ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Zamroni Aziz.
Kehadirannya memberikan sinyal kuat bahwa pembinaan aparatur di ibu kota provinsi menjadi prioritas utama.
Kegiatan ini menunjukkan potret sinergi yang luas, dihadiri oleh berbagai elemen penting. Mulai dari Pejabat Eselon III, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag NTB, Ketua FKSPP Kota Mataram, hingga para garda terdepan pelayanan: Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Lintas Agama, Guru Madrasah, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta jajaran PPPK dan ASN se-Kota Mataram.
Kepala Kankemenag Kota Mataram, H. Hamdun menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah bentuk loyalitas nyata.
“Safari Ramadhan ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi wadah untuk mempererat silaturahmi yang berdampak langsung pada kekompakan kita dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Meski dibalut suasana kekeluargaan, Zamroni Aziz memberikan catatan kritis terkait kedisiplinan. Berdasarkan data, dari total 451 PNS dan 272 PPPK di lingkup Kota Mataram, tingkat kehadiran dalam acara pembinaan ini masih di bawah 50 persen.
Kakanwil memberikan instruksi tegas untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama bagi pegawai berstatus PPPK yang masa kontraknya ditinjau setiap tahun.
“Kota Mataram adalah etalase dan miniatur NTB. Jika kehadirannya paling rendah, ini harus segera diperbaiki. Kedisiplinan adalah modal utama kita menjaga marwah institusi,” tegas H. Zamroni.
Di sisi lain, Kakanwil memberikan apresiasi tinggi kepada para Guru PAI yang hadir mendominasi acara dengan antusiasme besar. Beliau mengingatkan bahwa kesejahteraan yang diterima saat ini, di mana penghasilan PPPK bersertifikasi bisa mencapai Rp 8 juta per bulan, harus dijawab dengan kinerja yang setimpal.
“Niat baik untuk menjadi PNS atau meningkatkan kesejahteraan harus dibarengi dengan rasa syukur yang diwujudkan melalui kerja keras,” pesannya.
Menutup arahannya, Zamroni Aziz meminta seluruh jajaran Kemenag Kota Mataram tidak hanya bekerja kaku sesuai aturan di atas kertas (Tupoksi), tetapi mampu memberikan nilai lebih bagi umat.
“Jaga kekompakan dan kebersamaan. Perempuan-perempuan hebat di belakang para ASN juga berperan besar dalam mendorong kesuksesan pelayanan ini,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 24.00 WITA ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan teguran sebagai bahan evaluasi dan apresiasi sebagai energi positif. Dengan sinergi yang lebih kuat dan disiplin yang lebih ketat, Kemenag Kota Mataram optimis dapat menghadirkan pelayanan umat yang jauh lebih baik di masa depan. (jho)
