Miq Srinata: Tradisi Joglo Ngumpul Pedait Angen
MATARAM – Suasana keakraban penuh kehangatan dan kekeluargaan terlihat dalam diri alumni Jogja Lombok (Joglo) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan Mataram, Minggu (12/04). Ratusan alumni lintas generasi, lintas kampus antusias berkumpul mengikuti giat Halal Bihalal Akbar Joglo tersebut.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya solidaritas dan nilai kebersamaan antar alumni Jogja Lombok (Joglo) dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam Halal Bihalal Akbar Joglo.

Dalam sambutannya, Gubernur Miq Iqbal sapannya mengungkapkan bahwa alumni Jogja memiliki “bahasa” tersendiri yang disebutnya sebagai bahasa telepati, yakni saling memahami tanpa harus banyak bicara.
“Sesama Joglo ini ada satu bahasa yang tidak pernah hilang, bahasa telepati. Belum ngomong, kita sudah tahu maunya adik-adik kita apa. Ini yang harus dijaga,” ujarnya.

Miq Iqbal menilai, nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Yogyakarta telah membentuk karakter alumni menjadi lebih santun, adaptif, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Menurutnya, siapapun yang pernah tinggal di Jogja akan menyerap nilai-nilai kesantunan dan membawanya kembali ke daerah asal.
“Ada aura yang berbeda di Jogja. Siapapun yang masuk ke sana, akan membawa pulang karakter dan adat kesantunan itu ke kampung halamannya,” katanya.

Miq Iqbal juga mengungkapkan bahwa saat ini semakin banyak alumni Jogja yang mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Ia menegaskan bahwa hal tersebut terjadi secara alami, tanpa rekayasa.
“Alhamdulillah, sekarang semakin banyak teman-teman Joglo yang mendapatkan posisi penting, dan itu terjadi secara natural,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun NTB, termasuk Kota Mataram yang disebutnya berhasil masuk dalam 10 besar kota paling maju di Indonesia.
“Kita harus saling bantu, sama-sama membangun NTB dan Kota Mataram ke depan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Miq Iqbal yang juga alumni Jogja itu menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal Akbar Joglo itu. Ia mengajak para alumni, khususnya generasi muda, untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Semoga adik-adik semua bisa menyusul keberhasilan dan ikut mewarnai pembangunan di NTB,” ungkapnya.

Walikota Mataram, Mohan Roliskana menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan Joglo memilih Kota Mataram sebagai lokasi kegiatan. Terlebih RTH menjadi salah satu ikon penting dalam mendukung Go Green (kawasan hijau) di ibu kota. Ditegaskan Mohan, Kota Mataram akan selalu siap untuk kegiatan-kegiatan Joglo kedepannya. Alumni lanjutnya wadah kekeluargaan dalam mengenang masa-masa kuliah.
“Berkumpul bersilaturrahim harus terus kita tradisikan,” tegas Mohan.

Sesama alumni, lanjutnya harus selalu saling merawat kebersamaan setelah bertemu menjaga tetap komunikasi tetap terjaga, harmonisasi tetap terbangun. Ditegaskannya, sesama alumni meski saling mendukung, menjaga kelangsungan pemimpin gubernur NTB saat ini supaya bisa menjalankan kepemimpinan selanjutnya dengan baik.
“Ini komitmen kita semua. Kita percaya kita punya semangat yang sama soal itu,” katanya.

Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Fauzan Khalid menyampaikan Joglo tidak boleh dilembagakan. Apalagi dibuatkan struktur. Joglo harus berjalan alamiah. Mengedepankan asas kekeluargaan. Kedua, perkumpulan Joglo tidak cukup sebatas ngumpul. Namun harus saling mengenal satu sama lain. Meski yang senior belum mengenal junior, tapi junior mesti mengenal senior. Menurut Fauzan berkumpul tidak saja sesama angkatan, sesama kelas, sesama generasi tetapi harus saling menjelajahi perkenalan satu sama lain. Sehingga rasa kekeluargaan Joglo semakin meluas.
“Senior boleh tidak mengenal junior. Tapi, junior wajib mengenal seniornya. Harus kita buat jadi aturan (tradisi,red) baru itu,” seloroh alumni Yogyakarta itu.

Sebelumnya, sesepuh Joglo Lalu Serinata menegaskan salah satu pembeda Joglo dengan alumni lainnya, sering berkumpul. Berkumpul merupakan tradisi yang sudah lama ada pada diri alumni.
“Ini yang harus diteruskan,” pesan gubernur NTB ke enam itu.
Miq Serinate lebih dalam memaknai kegiatan silaturrahim maupun halal bihalal. Selain mengenang masa-masa kuliah dulu, tetapi berkumpul itu ‘pedait angen’ satu sama lain. Slogan jawa ‘mangan ora mangan sing penting ngumpul’ harus terus terbangun di benak para alumni Jogja.
“Yang penting ngumpul, pedait angen. Tradisi ini dari jaman dulu. Harus tetap berlanjut,” pesan alumni Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

Deketahui acara tersebut didukung Pemprov NTB, Pemkot Mataram, Bank NTB Syariah, PT BPR Perseroda, HFK (Haji Fauzan Khalid), UIN Mataram dan pihak lainnya. Acara diakhiri santunan puluhan yatim piatu dilanjutkan syawalan (saling maaf memaafkan). Alumni kemudian menikmati makakan khas Jogja, Gudeq, Nasi Kucing Angkringan, Soto bening tentutnya saja selalu ada kopi.
“Tahun depan UIN Mataram siap menjadi tuan rumah lokasi kegiatan,” tegas Rektor UIN Mataram, Profesor Masnun Tahir. (jho)
