LOBAR—Penyeberangan laut Pulau Lombok dan Pulau Bali akan mengalami penyesuaian operasional dalam waktu dekat. Menyusul akan memasukinya cuti bersama peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang diprediksi jatuh bersamaan dengan momentum puncak arus mudik Lebaran 2026. Otoritas pelabuhan telah menetapkan jadwal penutupan sementara lintas penyeberangan Lembar–Padangbai guna menghormati kekhusyukan umat Hindu yang menjalankan ibadah.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik lebih awal diimbau untuk memperhatikan jadwal keberangkatan kapal agar tidak terjebak dalam penutupan operasional. Penutupan ini merupakan prosedur rutin tahunan, namun menjadi perhatian khusus tahun ini mengingat adanya potensi irisan waktu dengan pergerakan pemudik menjelang Idul Fitri. Berdasarkan koordinasi antarinstansi terkait, penutupan aktivitas penyeberangan akan dimulai secara bertahap.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal, menjelaskan bahwa pengaturan jadwal ini dilakukan dengan memperhitungkan durasi perjalanan laut agar tidak ada armada yang bersandar tepat saat ritual Nyepi dimulai.
“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar–Padangbai ditutup mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita” ujar Syamsurizal, belum lama ini.
Ia menekankan bahwa penetapan waktu tersebut sangat krusial bagi kelancaran operasional di kedua sisi pelabuhan. Lebih lanjut, Syamsurizal memaparkan bahwa setelah pukul 21.00 Wita pada tanggal 18 Maret, sudah tidak ada lagi kapal yang diizinkan bertolak dari Pelabuhan Lembar. Hal ini dikarenakan estimasi waktu tempuh menuju Bali membutuhkan waktu beberapa jam. Otoritas ingin memastikan bahwa seluruh kapal yang berangkat sebelum batas waktu tersebut telah bersandar di Padangbai sebelum aktivitas pelabuhan di Bali benar-benar berhenti total.
Sementara itu, di sisi Pulau Dewata, Pelabuhan Padangbai dijadwalkan akan menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya pada tanggal 19 Maret 2026 mulai pukul 04.00 Wita. Setelah pelaksanaan Nyepi selesai, jalur logistik dan penumpang antara Lembar dan Padangbai direncanakan akan dibuka kembali pada tanggal 20 Maret 2026. Namun, terdapat perbedaan waktu operasional pada hari pembukaan kembali tersebut.
“Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuh Syamsurizal.
Sedangkan untuk arus dari Lembar menuju Padangbai, diprediksi sudah mulai bisa bergerak sejak dini hari sekitar pukul 01.30 Wita pada tanggal yang sama, menyesuaikan dengan kesiapan dermaga di Bali.
Meskipun jadwal Nyepi berdekatan dengan musim mudik, pihak otoritas pelabuhan memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang drastis dibandingkan periode sebelumnya. Evaluasi dari tren perjalanan beberapa tahun terakhir menunjukkan pola pergerakan masyarakat yang mulai terdistribusi dengan lebih merata.
“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkacamata tersebut.
Rendahnya angka lonjakan ini dipicu oleh perubahan pola kerja dan kebijakan libur nasional yang lebih fleksibel.
Salah satu faktor utama yang dinilai mampu meredam penumpukan penumpang adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang rencananya akan diberlakukan oleh pemerintah pada tanggal-tanggal strategis di sekitar hari raya. Keberadaan opsi bekerja dari mana saja ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan tanpa harus terpaku pada tanggal puncak mudik tertentu.
Syamsurizal menutup penjelasannya dengan menyebutkan bahwa distribusi waktu mudik akan sangat terbantu oleh kebijakan tersebut.
“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, jadi tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkasnya.(win)