PELAKSANAAN: Raker ke 9 PT Graha Senggigi yang dipimpin langsung Dirut PT DLU Erwin H. Poedjono, Senin (9/2).

LOBAR – PT Graha Senggigi secara resmi menyusun langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi tahun 2026 melalui Rapat Kerja (Raker) ke-9 yang digelar, Senin (9/2). Perusahaan yang menaungi Aruna Senggigi Resort & Convention ini fokus pada evaluasi mendalam terhadap kinerja tahun sebelumnya serta perumusan inovasi kreatif guna memastikan pertumbuhan bisnis kompetitif dan berkelanjutan di kawasan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H. Poedjono, mengungkapkan bahwa evaluasi kinerja tahun 2025 menjadi fondasi krusial bagi perusahaan. Ia mengakui bahwa kondisi ekonomi makro dan dinamika domestik memberikan pengaruh signifikan terhadap proyeksi awal perusahaan pada tahun lalu. Namun, tren positif yang terlihat pada triwulan terakhir 2025 memberikan optimisme baru bagi manajemen.

“Untuk itu, hari ini kita menyusun rencana kerja yang lebih presisi untuk tahun 2026. Kami berharap terjadi pertumbuhan yang setidaknya bisa sedikit melampaui capaian di tahun 2024,” ujar Erwin saat memberikan keterangan kepada awak media.

BERSAMA: Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H. Poedjono, bersama Direktur penjualan dan Pemasaran PT. Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas, GM Aruna Senggigi Yeyen Heryawan dan jajaran PT Graha Senggigi.

Sesuai tema yang diusung “Memperkuat Unit Usaha dengan Inovasi dan Kreativitas yang Kompetitif” Erwin menekankan perusahaan tidak boleh terjebak dalam kondisi stagnan. Oleh karena itu, strategi utama tahun ini meningkatkan kreativitas dalam melihat peluang pasar yang selama ini belum tergarap maksimal. Antisipasi terhadap kebijakan pemerintah yang baru serta situasi ekonomi global tetap menjadi variabel utama dalam penyusunan strategi tersebut.

Sebagai langkah nyata dalam berinovasi, PT Graha Senggigi memperkenalkan Mandura Multifunction, sebuah gedung serbaguna hasil revitalisasi dari bangunan lama yang sebelumnya merupakan Restoran Naga. Fasilitas ini dirancang mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat dan wisatawan, mulai dari pertemuan formal, acara sosial, hingga pertunjukan seni skala kecil.

Target operasional penuh gedung ini dijadwalkan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek mendatang. Selain gedung pertemuan, perusahaan juga sedang mempercepat renovasi area Beach Front yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.

“Kami ingin menghadirkan nuansa yang lebih baru untuk menikmati matahari terbenam di Pantai Senggigi, sehingga pelayanan kami menjadi lebih unggul dan nyaman,” tambah Erwin.

Senada Dirut PT DLU, General Manager Arun Senggigi Resort & Convention Yeyen Heryawan menyatakan kesiapannya melakukan shifting market atau pergeseran pasar. Menyadari adanya tren efisiensi anggaran di berbagai sektor, Aruna Senggigi kini lebih agresif mengincar potensi pasar domestik dan kegiatan sosial (social event) tanpa meninggalkan pasar mancanegara.

Langkah ini diperkuat dengan jadwal penyelenggaraan agenda besar berskala nasional dan internasional. Pada April 2026, Aruna Senggigi terpilih menjadi lokasi closing dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) yang didukung langsung Kementerian Pariwisata. Tak berhenti di situ, pada bulan Juli 2026, hotel ini juga akan menjadi tuan rumah pertemuan dokter bedah se-ASEAN.

“Ini salah satu percobaan event pertama yang besar. Kita tetap memperkuat dari social event. Jadi kita punya multifunction itu bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan sosial,” kata Yeyen Heryawan.

Menghadapi persaingan industri perhotelan yang ketat, PT Graha Senggigi juga memperluas kolaborasi dengan penyedia jasa wisata air seperti Jet Ski dan penambahan wahana permainan anak. Diversifikasi menu kuliner yang mengikuti tren pasar turut menjadi agenda penting untuk meningkatkan daya tarik kawasan.

Melalui integrasi fasilitas modern dan penguatan layanan rekreasi, PT Graha Senggigi optimis dapat terus menjadi penggerak utama sektor pariwisata di Senggigi. Upaya ini diharapkan mampu memberikan dampak domino bagi ekonomi kreatif di Lombok serta memastikan tingkat hunian hotel tetap stabil sepanjang tahun 2026.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *