PROGRES: Proses pengerjaan Proyek Giri Menang Park (Alun-alun Kota Gerung), Selasa (3/3). (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Penyelesaian dua Proyek Penataan kawasan publik pusat Kota Gerung terus dikebut Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPR-KP) Lombok Barat (Lobar). Alun-alun Giri Menang Park dan Taman Kota Gerung sudah memasuki tahapan finising.

Kepala Dinas PUPR-KP Lobar Lalu Ratnawi bahkan berani memastikan dua proyek ikon baru Lobar itu akan selesai sebelum perayaan hari ulang tahun (HUT) Lobar 17 April 2026 mendatang. Bupati ingin meresmikan ikon baru estetika kota Gerung dan ruang terbuka hijau representatif bagi masyarakat itu saat momen HUT mendatang.

“Kita Optimis sebelum HUT sudah selesai, seperti instruksi pak bupati,” terang Ratnawi yang dikonfirmasi, Selasa (3/3).

Ratnawi menjelaskan progres pembangunan saat ini sudah sangat signifikan. Secara teknis, pekerjaan konstruksi berat atau struktur utama telah diselesaikan pada tahap sebelumnya. Fokus pengerjaan pada tahap kedua ini lebih dititikberatkan pada penataan lanskap, estetika, dan fungsionalitas area agar lebih nyaman digunakan oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia.

“Sekarang kan tinggal finishing untuk plasa utama, lampu, sama paving block bagian depan sebelah kiri itu, sehingga nanti semuanya tersambung,” ujar Lalu Ratnawi.

Detail-detail kecil seperti jalur pedestrian dan area terbuka sedang dirapikan agar selaras dengan konsep desain awal yang modern namun tetap asri. Menariknya penataan Lapangan Alun-Alun ini tidak menggunakan metode tanam rumput konvensional, melainkan menggunakan benih rumput. Kualitas Bibit yang digunakan berupa rumput standar lapangan bola. Hal ini dilakukan karena area tersebut juga diproyeksikan sebagai lapangan olahraga yang mumpuni.

“Tanah subur sudah klir, tinggal lapisan atas yang nantinya akan kita tabur benih rumput. Bukan menanami lho, tapi benih rumput yang khusus di situ. Karena kalau kita pakai rumput sembarang, tidak bisa dipakai untuk main bola,” jelasnya.

Dengan penggunaan benih khusus ini, diharapkan rumput yang tumbuh memiliki daya tahan yang baik dan permukaan yang rata. Selain area olahraga dan plasa utama, proyek ini juga menyasar penyediaan fasilitas bagi anak-anak melalui pembangunan playground atau tempat bermain. Area ini terletak di bagian ujung kawasan dan sedang dalam tahap penataan. Meskipun alat permainan mungkin akan dilengkapi secara bertahap, namun ruang publik untuk anak-anak dipastikan akan tersedia saat peresmian nanti.

Terkait dengan fasilitas pendukung lainnya seperti food court, Lalu Ratnawi mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut merupakan proyek yang terpisah namun tetap terintegrasi dalam kawasan Alun-Alun. Keberadaan pusat kuliner ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem ekonomi lokal bagi pelaku UMKM di Lombok Barat, sehingga Alun-Alun tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Progresnya semua sekitar 60 persen lebih,” ucapnya.

Ratnawi menegaskan bahwa sisa pengerjaan yang ada saat ini tidak melibatkan konstruksi bangunan yang rumit, melainkan lebih banyak pada aspek landscaping atau penghijauan yang pengerjaannya cenderung lebih cepat jika didukung oleh cuaca yang bersahabat.

“Kalau Alun-Alun sama kayak Taman Kota, itu tinggal landscaping saja. Tidak ada pembangunan konstruksi lagi karena konstruksinya sudah jadi kemarin, seperti koloseum itu. Sekarang tinggal kolam sama beberapa jogging track tipikal di dalam,” pungkasnya.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *