Prof Ridwan Mas'ud. (jhonj/radarmandalika.id)

MATARAM – Babak akhir Seleksi terbuka calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini ditempuh sepuluh pelamar. Mereka mengikuti pemaparan makalah dan wawancara pada Selasa, (30/12). Tahap ini sekaligus penentu menuju tiga besar.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Sekda NTB, Prof Riduan Mas’ud, mengatakan tahapan pemaparan makalah merupakan bagian penting dalam proses seleksi sebelum Pansel menetapkan tiga nama terbaik untuk diajukan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

“Calon Sekda NTB yang melakukan pemaparan makalah telah disampaikan kepada panitia. Setelah itu dilanjutkan dengan pendalaman materi oleh Tim Pansel sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” ujar Ketua Tim Pansel, Prof Ridwan Mas’ud di Mataram Selasa (30/12).

Guru besar UIN Mataram itu menjelaskan, penentuan tiga besar tidak ditentukan berdasarkan nilai pemaparan makalah atau wawancara saja, melainkan setelah seluruh rangkaian seleksi selesai. Hasil dari setiap tahapan akan dirangkum dan dinilai secara menyeluruh oleh Pansel. “Hasil penilaian nanti diumumkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Ia menambahkan, pemaparan makalah dan wawancara akan dinilai secara kolektif oleh seluruh anggota Pansel untuk menjamin objektivitas dan transparansi seleksi.

Sementara itu, terkait hasil penilaian potensi dan kompetensi yang dilaksanakan di Badan Kepegawaian Negara (BKN) beberapa hari lalu, Riduan menyebutkan hingga kini Pansel masih menunggu hasil resmi dari BKN. Ia menyebutkan nilai dari BKN itu cukup tinggi hitungannya dalam menetapkan peserta yang lolos tiga besar.

“Hasil dari BKN belum keluar. Tapi nilai dari BKN merupakan nilai angka yang cukup menentukan karena seleksinya lebih mendalam,” katanya.

Meski demikian, Riduan menegaskan hasil asesmen di BKN bukan pula satu-satunya penentu. Hasil akhir tetap melalui akumulasi dari seluruh tahapan seleksi yang telah dilalui peserta.

“Bukan semata paling besar, tetapi hasil asesmen di BKN memang menjadi salah satu komponen penting karena mengukur kompetensi manajerial, sosial kultural, dan potensi kepemimpinan secara objektif dan terstandar nasional. Namun penilaian akhir tetap merupakan akumulasi dari seluruh tahapan seleksi,” tandasnya.

Dari tahapan yang ada, pelamar leader birokrasi itu telah mengikuti penilaian potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural pada 22-24 Desember 2025 di Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN RI, Jakarta. Peserta juga telah menyerahkan makalah dalam bentuk soft file PDF paling lambat 28 Desember 2025 kemarin.

Tahapan akhir berupa presentasi makalah dan wawancara akan digelar di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. Hasil seleksi ini kemudian akan diakumulasikan untuk menetapkan tiga nama terbaik yang selanjutnya diserahkan oleh Pansel kepada Gubernur NTB, yang akan memilih satu nama untuk ditetapkan sebagai Sekda NTB sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *