LOBAR—Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda sepak bola asal Nusa Tenggara Barat (NTB) NFA Narmada. Akademi sepak bola yang berbasis di Lapangan Umum Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, berhasil mengamankan posisi keempat dalam ajang bergengsi Bali 7s 2026. Kompetisi sepak bola usia muda berskala internasional ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 April 2026, bertempat di Training Ground Bali United, Gianyar, Bali.

Pencapaian ini tergolong istimewa karena NFA Narmada berkompetisi di Cluster Diamond, yang merupakan kasta tertinggi dalam turnamen tersebut. Ajang Bali 7s sendiri merupakan magnet bagi sekolah sepak bola (SSB) dan akademi ternama, tidak hanya dari dalam negeri seperti Jawa dan Sumatra, tetapi juga melibatkan peserta mancanegara yang berasal dari Malaysia, India, Singapura, hingga Filipina. Keberhasilan menembus babak semifinal di kategori Diamond menunjukkan kualitas pembinaan yang berjalan di Narmada. Dalam perjalanan menuju empat besar, tim muda ini harus berhadapan dengan akademi-akademi raksasa yang memiliki fasilitas dan dukungan manajemen profesional. Meski demikian, semangat juang para pemain muda Lombok Barat ini tidak luntur saat berhadapan dengan nama besar.

Ketua Umum NFA Narmada, M. Sukri Hasyim, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh elemen tim. Ia menekankan betapa signifikannya pencapaian ini mengingat lawan-lawan yang dihadapi memiliki reputasi besar di kancah nasional.

“Ini adalah prestasi yang patut menjadi kebanggaan kami semua. Bagaimana tidak, melawan sekolah sepak bola besar seperti Bali United, Persis Solo, dan tim-tim kuat lainnya, anak didik kami mampu memberikan perlawanan yang sangat baik sampai dengan di babak semifinal,” ujar M. Sukri Hasyim saat memberikan keterangan resminya, Selasa (7/4).

Langkah NFA Narmada untuk melaju ke partai puncak harus terhenti karena faktor kelelahan fisik yang cukup ekstrem. Format turnamen yang padat menuntut ketahanan stamina yang luar biasa dari para pemain muda. Di babak semifinal, kondisi fisik menjadi kendala utama setelah tim harus melakoni serangkaian pertandingan dalam waktu yang sangat singkat di bawah suhu udara Bali yang menyengat.

“Kondisi fisik di babak semifinal membuat kami tidak bisa melangkah sampai dengan final karena dalam satu hari itu saja kami bermain sebanyak lima kali pertandingan dengan cuaca yang luar biasa terik. Namun, predikat juara keempat ini patut kami syukuri dengan penuh kebanggaan sebagai modal evaluasi ke depan,” tambah M. Sukri Hasyim.

Kesuksesan NFA Narmada di Bali tidak diraih secara instan. Pihak manajemen telah menyusun program latihan intensif jauh-jauh hari sebelum turnamen dimulai. Manager Tim NFA Narmada, L. Ivan Rasyidi, atau yang akrab disapa Miq Ivan, memaparkan bahwa persiapan tim sudah dilakukan sejak dua bulan lalu, bertepatan dengan awal bulan Ramadan. Strategi ini diambil agar para pemain siap secara mental dan taktik saat menghadapi atmosfer kompetisi internasional.

Dalam ajang Bali 7s 2026 ini, NFA Narmada mengirimkan dua kelompok umur, yakni U-12 dan U-14. Meskipun tim U-12 harus terhenti di babak 16 besar Cluster Diamond, pencapaian tim U-14 yang berhasil menembus semifinal menjadi catatan penting bagi progres akademi.

“Kami memang menargetkan untuk bisa berbicara banyak di turnamen internasional ini. Persiapan kami lakukan selama dua bulan, dimulai dari awal bulan puasa kemarin. Meskipun U-12 gugur di babak 16 besar, namun U-14 mampu berbicara lebih jauh sampai babak semifinal. Semoga tahun depan kami mampu berprestasi lebih jauh lagi,” kata Miq Ivan dengan nada optimis.(win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *