KLU—Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH menerima kunjungan kerja Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc,. Dimana kunjungan Menbud dalam rangka meresmikan Museum di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga (6/1).

Dalam Kunker Menbud didampingi oleh Anggota DPD RI Dapil NTB Evi Epita Maya M.Kn, Para Staf Khusus Menteri Kebudayaan, Dirjen Perlindungan Budaya dan Tradisi Kementerian Budaya RI Dr. Restu Gunawan, M.Hum serta unsur terkait liannya.

Dalam kesempatan itu Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu menyampaikan bahwa Lombok Utara merupakan salah satu daerah termuda di Provinsi NTB dengan potensi wisata alam dan budaya yang sangat tinggi.

Dengan letak geografisnya potensi alam Lombok Utara sangat luar biasa. Begitu juga dimasyarakat sangatlah  kental dengan budaya. Adanya Museum yang ada di Desa Genggelang dan beberapa lokasi di KLU membuktikan bahwa pelestarian budaya terus dijaga sampai sekarang.

“Museum Desa Genggelang yang diresmikan pada hari ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi merupakan simbol perjuangan dan semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sejarah, budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” katanya.

Museum nantinya akan menjadi pusat edukasi dan informasi bagi generasi muda, serta menjadi tempat bagi siapa saja yang ingin lebih memahami sejarah kehidupan masyarakat Genggelang dan Lombok Utara.

Melalui peresmian situs bersejarah, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tengang pentingnya melestarikan budaya dan sejarah yang bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset penting yang dapat memberikan kontribusi dalam membangun ekonomi, pariwisata dan sosial di masa depan.

“Dengan adanya dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi NTB, kami mengharapkan Museum Desa Genggelang dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan baik domestik maupun Internasional,” harapnya.

“Selain itu pemerintah dan masyarakat terus berupaya mengembangkan potensi-potensi wisata lain yang ada di Kabupaten Lombok Utara,” tutupnya.

Sementara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada masyarakat desa Genggelang yang telah berjuang dan  memiliki museum budaya sendiri.

“Kepada seluruh aparat desa dan seluruh pemangku adat yang ada di Desa Genggelang serta seluruh masyarakat kami menyampaikan ucapan terimakasih,” ucapnya.

Menbud berharap semakin banyak desa yang dapat memajukan kebudayaan dengan melestarikan adatnya, karena masing-masing desa memiliki keunikan dan keberagamannnya dalam segi budaya.

Museum desa bukan hanya tempat penyimpanan artefak dan sejarah tetapi tempat untuk edukasi, narasi dan tempat untuk belajar segala sesuatu untuk memperlihatkan dan memamerkan hal yang dapat diceritakan dari desa itu sendiri dan diteruskan bagi generasi muda desa dan juga KLU.

“Desa Genggelang ini menjadi saksi perjalanan panjang budaya Sasak. Keberadaan Museum ini menjadi identitas bangsa,” katanya.

Museum menegaskan fakta sejarah kedatuan Gangga sebagai kedatuan tertua di pulau Lombok. Dengan keberadaan Museum Desa Genggelang dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya, dan dapat menjadi daya tarik wisata bukan hanya tingkat nasional tapi juga internasional.

“Target Kemenbud kedepannya akan berdiri sebanyak 500 ribu museum di Indonesia dalam 5 tahun ini,” katanya.

“Kepada seluruh masyarakat untuk lebih mencintai budaya sendiri dibandingkan dengan budaya asing,” ucapnya.

Setelah peresmian dilakukan di Museum Adat Desa Genggelang, rombongan Kemenbud berlanjut melakukan kunjungan ke Museum Adat Desa Prawira.(dhe) 

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *