Gerak Cepat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, melihat kondisi korban Banjir Bandang di Sekotong. Kehadiran orang nomor satu di Lombok Barat ini selain meninjau kondisi terkini warga, memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, serta memberikan santunan langsung kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat terseret arus.
WINDY DHARMA/LOMBOK BARAT
JALAN rusak hingga lumpur dilalui Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wakil Bupati Lobar Hj Nurul Adha dan PJ Sekda dan jajaran kepala OPD demi melihat kondisi warga Sekotong terdampak bencana banjir. Langkah kaki orang nomor satu itu terus berjalan menuju salah satu kediaman korban jiwa di Desa Persiapan Blongas Kecamatan Sekotong. Nurinah, seorang lansia berusia 65 tahun meninggal terseret arus saat banjir yang terjadi Selasa (13/1) sore itu.
Kedatangan LAZ untuk memberikan semangat kepada keluarga korban dan mendoakan almarhumah. Bencana banjir yang melanda kawasan Sekotong dan sekitarnya dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Berdasarkan keterangan saksi mata dan perangkat desa setempat, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama, menyebabkan debit air sungai meluap hingga merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat air mulai meluap dan korban tidak berhasil menyelamatkan diri dari terjangan arus yang datang secara tiba-tiba.
Menurut Kepala Desa Persiapan Blongas, H Alwi, hujan mulai turun sangat lebat sejak pukul 14.00 WITA dan terus berlangsung hingga pukul 18.00 WITA. Kondisi cuaca yang ekstrem ini membuat aliran sungai meluap dengan cepat ke area pemukiman.
“Setelah itu, orang tua ini lewat kali, sepertinya tidak bisa berenang. Ibu Nurinah usianya sekitar 65 tahun, beliau terseret arus banjir,” ujar menceritakan kepada awak media, Rabu (14/1).
Pencarian terhadap korban segera dilakukan oleh warga bersama petugas sesaat setelah kejadian. Ibu Nurinah akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal ia terseret.
Penemuan jasad korban membawa duka mendalam bagi warga Desa setempat, mengingat bencana kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
“Kejadiannya sekitar jam tiga atau jam empat sore, ketemunya jam lima sore. Sekitar 50 meter dari kediaman baru ditemukan,” tambah Kades Alwi.
Ketinggian air yang merendam wilayah Sekotong dilaporkan mencapai titik yang cukup mengkhawatirkan. Di beberapa titik, air setinggi dua meter sempat merendam rumah-rumah warga, yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan perabotan rumah tangga. Meski banjir cepat surut di beberapa area, sisa-sisa lumpur dan kerusakan infrastruktur masih terlihat jelas.
Bupati Lalu Ahmad Zaini dalam kunjungannya menyempatkan diri untuk menyalati jenazah korban sebagai bentuk penghormatan terakhir dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain memberikan santunan, Bupati juga berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi terkait penanganan pascabencana.
Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa meski bencana banjir merupakan kejadian yang cukup sering terjadi, namun luapan air kali ini memiliki volume yang jauh lebih besar. Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya banjir susulan mengingat musim penghujan masih berada pada puncaknya.
“Ketinggian air kemarin sampai dua meteran, ini yang terbesar tahun ini,” lapor seorang perangkat desa kepada rombongan Bupati.
Selain Desa Persiapan Blongas, terdapat 6 desa wilayah Desa Sekotong juga terdampak. Seperti Desa Persiapan Pengantap, Desa Sekotong Tengah, Desa Buwun Mas, Desa Cendi Manik dan Desa Persiapan Pesisir Emas.
Menanggapi bencana ini, Bupati menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait untuk tetap siaga. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk kemungkinan evakuasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Warga dan perangkat desa pun telah menyiapkan titik-titik pengungsian sementara di area yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
“Kalau memang ada banjir susulan, kita coba arahkan warga ke gunung di sebelah sini, tempat pengungsian sudah kami siapkan untuk jaga-jaga,” kata Kades.
Sementara itu Bupati Laz berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.
Menurutnya, Pemda akan terus hadir dan bergerak cepat dalam penanganan dampak bencana. Baik dari sisi kemanusiaan, pemulihan, maupun langkah-langkah antisipatif ke depan. Bupati LAZ juga menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk terus bersinergi memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik.
Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Lobar memberikan pelayanan yang humanis, responsif, dan berpihak pada masyarakat di saat tertimpa bencana (*)