LOBAR– Kualitas Dermaga Pelabuhan Senggigi sudah diakui Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bangsal. Setelah serangkaian uji teknis kelayakan dermaga itu yang dilakukan KSOP, pasca selesai dibangun akhir Desember 2025 lalu.
Kini membuat pelabuhan cicak itu siap menjadi konektivitas laut Bali dan Lombok secara langsung. Dalam pengujian yang dilakukan KSOP itu, infrastruktur milik Pemkab Lobar itu tangguh meski dihadapkan kondisi gelombang tinggi. Hasil positif ini menjadi jaminan bagi keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran di masa mendatang.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, menyambut positif hasil uji kelayakan itu. Keberhasilan uji sandar saat cuaca kurang bersahabat kapal cepat menjadi parameter penting bagi kenyamanan wisatawan.
“Sedang ombak besar pun hasilnya masih bagus. Jadi tidak ada hal-hal yang prinsipil yang kurang,” ujar Bupati Zaini, Jumat (23/1).
Kelayakan dermaga ikonik itu juga mendapat respon positif para operator transportasi laut. Salah satu operator besar, Eka Jaya, telah berkomitmen meningkatkan frekuensi penyeberangan secara signifikan mulai akhir Januari 2026. Hal ini diprediksi akan memecah kepadatan arus wisatawan yang selama ini terpusat di rute Tiga Gili dan Pelabuhan Bangsal.
Pemerintah daerah memproyeksikan adanya lonjakan aktivitas masif seiring dengan bertambahnya jumlah kapal yang bersandar. Bupati Zaini menjelaskan bahwa ekspansi armada sudah masuk dalam rencana operasional dalam waktu dekat.
“Eka Jaya juga akan menambah rit dari tiga rit saat ini menjadi enam rit. Masih ada empat kapal lagi yang mau masuk,” ungkapnya.
Penambahan ini diharapkan menciptakan iklim kompetisi sehat yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan bagi para pelancong.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar, M. Hendrayadi, menegaskan struktur dermaga saat ini dirancang untuk menampung beban kapal penumpang dengan kapasitas di bawah 500 GT. Keunggulan utama dari renovasi ini adalah fleksibilitas sandar yang kini mampu melayani lebih dari satu kapal secara bersamaan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan uji sandar dari KUPP, sudah dinyatakan bahwa Dermaga Senggigi dengan dermaga yang baru dibangun tahun 2025 itu layak untuk disandari dengan kapasitas kapal di bawah 500 GT,” jelas Hendrayadi.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan tiga titik sandar baru menjadi solusi atas kendala antrean panjang yang sering dikeluhkan operator kapal di masa lalu. “Dengan adanya rekomendasi ini, memungkinkan di Dermaga Senggigi bisa berlabuh dua kapal atau lebih secara bersamaan karena kita punya tiga tempat sandar sekarang,” imbuhnya.
Ke depan, Pemkab Lobar berencana melakukan audiensi dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan status Pelabuhan Senggigi. Peningkatan status ini dinilai krusial agar kawasan tersebut mendapatkan dukungan anggaran dan perhatian lebih dari pemerintah pusat guna pengembangan fasilitas penunjang lainnya.
Meski infrastruktur telah siap sepenuhnya, otoritas pelabuhan tetap mengedepankan faktor keselamatan sebagai prioritas tertinggi.
Kepala Kantor UPP Kelas II Pemenang, I Made Oka, mengingatkan bahwa pengawasan terhadap jadwal keberangkatan akan tetap diperketat, terutama saat cuaca ekstrem melanda perairan NTB.
“Mengingat cuaca yang masih ekstrem seperti sekarang, kita masih menunda dulu sampai cuaca memungkinkan. Sejak dua hari lalu, penyeberangan dari Bali ke Lombok, terutama lewat kapal cepat, kita tunda demi keamanan,” pungkas I Made Oka.(win)
