MATARAM – Lombok kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga berskala internasional. Kali ini, PB Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) menggelar dua event besar sekaligus yakni 2nd KUSEA Kurash Championship dan 1st KUSEA Beach Kurash Championship. Event kurash ini menjadi bukti kepercayaan Kurash Union South East Asia (KUSEA) kepada Indonesia, sebuah kebanggaan mengingat olahraga Kurash baru hadir di Tanah Air sejak 2018.

Ketua PB Ferkushi, Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin, mengungkapkan alasan di balik pemilihan Lombok sebagai lokasi. “Kami memilih Lombok karena merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dan mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur NTB Dr. H. L. Muhamad Iqbal. Ini sesuai dengan tema yang kami usung kekuatan, persahabatan, dan budaya yang harmonis,” jelas Hafil.

Hafil berharap dengan adanya kejuaraan kurash di Lombok, cabang olahraga ini bisa dipertandingkan di PON 2028. Menurutnya, kurash tidak membutuhkan venue yang mahal dan peralatannya mudah didapat, sehingga potensinya sangat besar untuk dikembangkan di berbagai daerah.

Event kurash ini diikuti ratusan peserta dari tujuh negara Asia Tenggara. Kontingen Indonesia menjadi yang terbesar dengan 98 atlet, diikuti Malaysia sebanyak 32 atlet, Singapura 27 atlet, Vietnam 51 atlet, Filipina 41 atlet, Thailand 16 atlet, dan Myanmar 1 atlet.

Hafil menyebutkan, sekitar 500 orang terlibat dalam event ini, termasuk para atlet dan keluarga yang mendampingi, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga untuk mempererat persahabatan dan keharmonisan budaya di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini, penyelenggaraan Beach Kurash Championship menjadi momen yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya, format baru kurash ini digelar di wilayah pantai Senggigi, Lombok, memadukan kekuatan olahraga dengan keindahan alam dan budaya lokal.

”Ini adalah langkah strategis untuk memperkenalkan format baru kurash sekaligus mempromosikan Lombok sebagai destinasi sport tourism bertaraf internasional,” kata Hafil.

Pembukaan secara resmi dilaksanakan siang tadi di Gelanggang Pemuda Mataram yang dihadiri para pejabat dari Pemprov, Kabupaten dan Kota se NTB (29/8).

Presiden Asosiasi Kurash Thailand, Pulsak Satjathamnukul memberikan apresiasi tinggi terhadap fasilitas yang disediakan. ”Venue yang disiapkan bagus dan sudah memenuhi standar pelaksanaan kejuaraan kurash internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bertanding di Lombok adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan telah lama dinanti.

Di sisi lain, Asisten III Setda NTB, Eva Dwiyani, menyoroti nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cabor kurash, seperti disiplin, kerja keras, dan saling menghormati.

Kurash merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Asia tengah. Dengan berpatisipasi dalam cabang olahraga kurash, kita turut melestarikan warisan dan budaya nenek moyang.

Saat ini, kurash menjadi salah satu cabor yang harus dikembangkan di indonesia khususnya di NTB. Meskipun sebagai cabang olahraga yang masih muda, kurash saat ini sangat diminati masyarakat, khususnya anak muda kaum millenial.

Karenanya, berbagai kompetisi harus terus digiatkan dan dikemas dengan baik. Kompetisi ini menjadi wadah yang tepat bagi para atlet untuk beradu kemampuan meraih prestasi terbaik.

Mencapai prestasi terbaik, tentu bukanlah hal yang mudah. Kurash akan menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kerja ekstra dari seluruh pihak, baik itu dari para atlet, pelatih dan official.

Namun kita harus yakin dengan sinergisme dan keyakinan yang kuat dan diikuti oleh kerja keras bersama kita, insya allah semua akan terwujud dengan baik. Pemerintah daerah akan selalu siap mendukung segala bentuk kegiatan positif demi memajukan cabor kurash di daerah yang kita cintai ini.

Ketua Pengprov Ferkushi NTB Asnirawati yang biasa disapa Bunda Asni juga saat ini masih menjabat Sekretaris pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB mengatakan sangat bersyukur event Internasional, Second KUSEA Championship dan First Beach KUSEA Championship bisa digelar di NTB khususnya Pulau Lombok. ”Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menjadi pembuka event-event cabor berskala internasional lainnya disini,” ujarnya.

Bunda Asni menilai event ini sangat bermanfaat bagi perkembangan cabor kurash di NTB. Terlebih kurash tergolong cabor baru di NTB sehingga dengan adanya event internasional ini, atlet-atlet kurash NTB bisa lebih berkembang dan mendapatkan pengalaman bertanding. Apalagi menghadapi lawan dari Asia Tenggara sehingga sesuai dengan tagline NTB Makmur Mendunia.

”Momen ini kami harap juga bisa mendorong cabor Kurash bisa dipertandingkan di PON XXII 2028 nanti dan NTB dapat diperhitungkan juga” tandasnya. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *