Konsep sport tourism atau wisata olahraga kini semakin memperkuat posisi Kabupaten Lombok Barat sebagai destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. Dibuktikan melalui kesuksesan perhelatan Dewi Pakuan Forest Trail Run yang berlangsung di Desa Wisata Pakuan Kecamatan Narmada.
WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT
SUASANA Minggu (11/1) pagi di kawasan Desa Pakuan Kecamatan Narmada tampak berbeda. Bukan hanya ada warga sekitar, namun juga ratusan pelari. Tercatat 240 pelari dari berbagai penjuru Pulau Lombok berkumpul di desa tersebut. Gerbang bertuliskan start sudah terpasang. Di depannya membentang lintasan hutan sepanjang 7 kilometer.
Pagi itu merupakan hari pelaksanaan event Dewi Pakuan Forest Trail Run. Peserta butuh stamina dan kemampuan untuk menjajal rute di event ini. Karena bukan sekedar ajang lari biasa dan uji nyali bagi para pelari. Tetapi juga sarana efektif untuk mempromosikan kekayaan alam tersembunyi di kaki Gunung Rinjani.
Medan yang disuguhkan panitia tergolong variatif dan menantang. Tanjakan berlumpur di tengah hutan yang rindang, melintasi kawasan pemukiman warga yang ramah, jalur aspal yang landai, hingga aksi susur sungai yang memacu adrenalin.
Karakteristik trek di Desa Pakuan ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan lari jalan raya (road run) pada umumnya. Kelembaban udara hutan dan kontur tanah yang tidak rata menuntut fokus serta stamina yang prima dari para peserta. Meski demikian, rimbunnya pepohonan di sepanjang jalur memberikan perlindungan dari terik matahari, sehingga suhu udara tetap terjaga sejuk dan nyaman bagi para atlet maupun penghobi lari.
Keunikan utama dari Dewi Pakuan Forest Trail Run terletak pada titik-titik estetis yang dilewati peserta. Memasuki kilometer terakhir, rasa lelah para pelari seolah sirna saat mereka disambut oleh suara gemericik air sungai yang jernih. Puncaknya kemegahan Air Terjun Batu Santek yang menjadi ikon wisata Desa Pakuan. Di titik ini, banyak pelari yang memutuskan untuk sejenak berhenti, bukan karena kelelahan. Melainkan untuk mengabadikan momen dengan berswafoto atau sekadar membasuh wajah dengan air pegunungan yang menyegarkan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pakuan, Ratnadi, mengungkapkan acara ini bentuk kolaborasi strategis antara pengelola wisata lokal dengan komunitas Narmada Runners. Tujuan utamanya mengangkat potensi Desa Wisata Pakuan agar lebih dikenal masyarakat luas melalui aktivitas positif dan menyehatkan. “Kami sangat bersyukur atas kelancaran acara ini. Peserta berasal dari berbagai komunitas besar, seperti Runjani, Runners Gerung, hingga pelari dari Lombok Timur. Ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata desa kami melalui olahraga lari sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujar Ratnadi di sela-sela kegiatan.
Tingginya minat masyarakat terhadap trail run terlihat dari cepatnya kuota peserta terpenuhi. Lalu Marta Kusuma, salah satu peserta dari komunitas Berari, menyatakan kekagumannya terhadap konsep acara yang menyatu dengan alam ini. Menurutnya, jalur yang disediakan panitia sangat memanjakan mata dan memberikan kesegaran pikiran.
“Ini saya rasa cukup menarik. Bisa memperkenalkan alam desa di sini yang begitu sejuk dan indah menurut saya. Saat masuk di kawasan hutan itu udaranya segar banget, larinya enjoy, enak jalurnya dan ditambah tadi air terjun yang sangat menakjubkan,” cerita Marta dengan penuh semangat.
Marta juga menambahkan bahwa minat rekan sejawatnya di komunitas lari sangat tinggi terhadap event ini. Namun, karena keterbatasan kuota untuk menjaga kenyamanan dan kelestarian jalur hutan, tidak semua anggota bisa berpartisipasi. “Saya sebenarnya mengajukan lebih dari 30 anggota, namun karena kuota terbatas, hanya 30 orang yang bisa ikut,” tuturnya.
Keberhasilan Dewi Pakuan Forest Trail Run menjadi sinyal positif bagi perkembangan pariwisata berbasis olahraga di Lombok Barat. Selain memberikan dampak pada peningkatan kunjungan wisatawan, kegiatan seperti ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di desa, mulai dari sektor kuliner lokal hingga jasa pemanduan wisata.
Dengan narasi visual yang dibawa para pelari melalui media sosial, Desa Pakuan kini bukan lagi sekadar titik di peta. Melainkan destinasi wajib bagi para pencinta alam dan olahraga. Pemerintah daerah dan pengelola wisata diharapkan dapat terus konsisten menjaga kelestarian alam sambil terus berinovasi dalam mengemas paket wisata yang edukatif dan rekreatif. (*)
