MATARAM — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (ISNU NTB) menggelar kegiatan bertajuk “ISNU Bermunajat untuk Keselamatan Bangsa dan Negara: Dari NTB untuk Indonesia” di Mataram, Kamis (12/02) malam.
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian agenda menjelang pelantikan kepengurusan baru ISNU NTB sekaligus momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran strategis dalam pembangunan daerah.
Ketua Umum ISNU NTB, Zamroni Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa ISNU merupakan wadah para sarjana Nahdlatul Ulama yang siap mengambil peran aktif di tengah masyarakat. Ia menyatakan komitmen ISNU untuk membangun komunikasi dan kemitraan dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, pimpinan asrama, hingga dewan pakar.
Menurutnya, ISNU NTB memiliki potensi sumber daya yang mumpuni. Dewan pakar organisasi tersebut dihuni berbagai kalangan profesional, seperti pakar hukum konstitusi, pengacara pemerintah daerah, ahli pertanian, politisi, hingga pakar pertambangan.
“Jika pemerintah daerah membutuhkan tenaga ahli, termasuk di bidang pertambangan atau sektor lainnya, tidak perlu lagi mencari ke luar daerah. Kita memiliki sumber daya yang kompeten di NTB dan di lingkungan ISNU,” ujar Zamroni.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi agar kontribusi kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Komitmen Beri Masukan Konstruktif
Dewan Pakar ISNU NTB, Prof. Zainal Asikin, menegaskan komitmen kalangan sarjana NU untuk memberikan masukan dan pemikiran konstruktif kepada pemerintah daerah, khususnya dalam perumusan kebijakan strategis pembangunan.
Menurut guru besar Universitas Mataram itu, sarjana NU memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Salah satu isu yang disoroti adalah konsep pariwisata halal di NTB.
Ia menilai wacana pariwisata halal belum sepenuhnya didukung perencanaan teknis yang matang.
“Dulu kita berbicara tentang pariwisata halal, tetapi belum dipikirkan secara konkret bagaimana penerapannya,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia menyoroti fasilitas hotel yang belum sepenuhnya mendukung prinsip pemisahan ruang antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, pemerintah dapat mendorong kebijakan teknis agar konsep tersebut dapat diterapkan secara lebih terukur.
Prof. Zainal menekankan bahwa ISNU harus berani bersikap kritis sekaligus solutif dalam merespons kebijakan publik. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi dan nilai-nilai kebersamaan sebagai bagian dari ajaran Islam.
ISNU, lanjutnya, diharapkan semakin intens membangun ruang diskusi bersama pemerintah, akademisi, dan tokoh agama guna melahirkan kebijakan yang tidak hanya populer secara konsep, tetapi juga matang dalam implementasi.
Sinergi Ulama dan Aparat Jaga Kondusivitas
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Polda NTB. Kapolda NTB yang diwakili Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan doa bersama tersebut.
Menurutnya, kekuatan moral dan spiritual memiliki peran penting dalam menghadapi dinamika politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan yang terus berkembang.
“Setiap ikhtiar lahiriah harus diiringi dengan ikhtiar batiniah sebagai fondasi menjaga kesatuan dan kedamaian bangsa,” ujarnya.
Wakapolda menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umaro (pemerintah), dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di daerah yang majemuk seperti NTB.
Ia juga mengingatkan pentingnya merawat toleransi dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Perbedaan adalah keniscayaan, tetapi kebersamaan harus tetap dijaga,” katanya.
Selain itu, ia mendorong para sarjana NU dari berbagai disiplin ilmu untuk mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat serta mendukung program pembangunan pemerintah.
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan harapan agar momentum menjelang Ramadan semakin mempererat persaudaraan lintas elemen dan memperkuat komitmen menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen ISNU dalam mendukung terwujudnya NTB yang aman, damai, dan sejahtera. (jho)
