LOTIM – Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) resmi dideklarasikan di Pantai Kura-Kura Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (7/2/2026).

Hadir di arena deklarasi Plh Sekda NTB Drs.H.Mohammad Faozal,S.Sos. M.Si. Penggerakse Majelis Adat Sasak (MAS), Dr. H. Lalu Sajim dan semua unsur pengurus HIMAPALA. Camat tiga kecamatan Camat Jrowaru, Keruak, Sakra Barat dan semua kepala desa di tiga kecamatan yang tergabung dalam HIMAPALA dan tokoh adat dan tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat di tiga kecamatan juga hadir menyaksikan deklarasi HIMAPALA tersebut.

Dalam Laporan ketua panitia, Dr. TGH. M. Fikri Zainul Mukhlis, MA. mengatakan bahwa HIMAPALA dibentuk sebagai wadah konsolidasi masyarakat Paer Lauq untuk menguatkan peran adat, menjaga lingkungan pesisir, serta menjadi mitra kritis pemerintah dalam pembangunan berbasis kearifan lokal. Organisasi ini diposisikan sebagai instrumen kerja sosial, bukan sekadar simbol.

Sementara Ketua Umum HIMAPALA, Prof. Dr. H. Said Agil Al-Idrus, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang diwakili Plh Sekda, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, unsur Polri dan TNI, para tokoh masyarakat, Majelis Adat Sasak, para kepala desa di tiga kecamatan Paer Lauq, serta panitia pelaksana. Ia menegaskan bahwa kelahiran HIMAPALA merupakan hasil proses panjang dan inisiatif para tokoh Paer Lauq, serta menyoroti kebanggaan bahwa rektor terpilih Universitas Mataram pada periode mendatang berasal dari Paer Lauq dan merupakan bagian dari keluarga besar HIMAPALA—sebuah penegasan kapasitas SDM Paer Lauq di level strategis. HIMAPALA harus menjadi gerakan kultural yang menjaga marwah adat, memperkuat identitas Sasak, dan merawat kohesi sosial di tengah dinamika perubahan.

Sementara itu, Plh. Sekda Provinsi NTB, H. Lalu Mohammad Faozal, S. Sos. M.Si. mewakili Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan menilai HIMAPALA sebagai modal sosial strategis bagi pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi menyatakan sikap terbuka untuk bersinergi dengan organisasi masyarakat yang berorientasi pada penguatan adat, pemberdayaan warga, dan pembangunan berkelanjutan.

“Setidaknya ada lima poin yang ditawarkan untuk diskusi dalam mengembangkan potensi Paer Lauq ini antara lain, sektor perikanan yang sangat besar dan paling enak ikannya dan melimpah di Paer Lauq, garam bisa kita olah Sumber Daya Manusia, pariwisata, infrastruktur ini yang perlu kita diskusikan,” ungkapnya.

“Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama untuk menguatkan peran adat, sumber daya manusia, dan kolaborasi masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah,” ungkap Sekjen HIMAPALA, Dr. Drs. H.Musa Shofiandy.

Keberadaan HIMAPALA ini menandai pernyataan sikap kolektif kemajuan bertumpu pada jati diri, pembangunan berjalan bersama adat, dan kekuatan lokal budaya, manusia. Serta solidaritas menjadi fondasi arah masa depan Paer Lauq dan Lombok Timur.

Rangkaian acara berlangsung tertib sesuai susunan yang dibuat, dan ditutup dengan Tari Gandrung dan Peresean sebagai penegasan identitas budaya Sasak.(pul)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *