DIBERI UCAPAN: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal saat menyalami Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Baru NTB, Lalu Wiranata di Mataram Kamis (09/04).

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal resmi melantik sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pelantikan ini berlangsung usai Abul Chair di lantik sebagai Sekda NTB di Mataram Kamis (09/04).

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan birokrasi guna mendorong percepatan pembangunan daerah.

Adapun pejabat yang dilantik antara lain

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan L. Mirza Amir. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Syamsul Hadi. Kepala Dinas PUPR KP L Kusuma Wijaya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lalu Wiranata. Kepala Dinas Kebudayaan Muhammad Ihwan.

Berikutnya Didik Mahmud GH sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. drg. Asrul Sani sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB. Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf menjabat Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD.

Srianingsih sebagai Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD. I Putu Artawan Prayoga sebagai Wakil Direktur SDM, Diklatlit RSUD. dr. Adi Wira Perdana sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD.

Amir sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Yus Harudian Putra sebagai Kepala Biro Umum dan Adpim

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Iqbal menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat. Bahkan, untuk peserta tiga besar seleksi jabatan, dirinya melakukan wawancara langsung sebelum hasilnya disampaikan kepada instansi terkait.

“Kita akhirnya sampai pada titik ini, mengambil sumpah jabatan setelah melalui proses yang cukup panjang. Semoga yang dilantik hari ini menjadi pejabat yang amanah,” ujar Gubernur.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun seluruh jabatan strategis kini telah terisi, proses penilaian kinerja belum selesai. Para pejabat akan menjalani masa percobaan selama enam bulan dengan penandatanganan perjanjian kerja yang berisi indikator kinerja yang disiapkan oleh Sekretaris Daerah.

“Kalau dalam enam bulan tidak mampu memenuhi target, silakan menandatangani pengunduran diri. Kita tidak punya waktu banyak, sudah satu tahun terlewati untuk membangun pondasi NTB makmur mendunia,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Tantangan global yang tidak stabil, tekanan nasional, hingga dinamika daerah menuntut seluruh jajaran bekerja ekstraordinari. Di sisi lain, keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan meningkatkan pendapatan daerah dan bekerja secara efisien.

“Tidak ada lagi alasan untuk tidak bekerja. Semua dinas sudah terisi. Kita harus mampu bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih efisien,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik tidak akan pernah sempurna dan pasti ada pihak yang tidak puas. Namun sebagai pemimpin, keputusan harus tetap diambil demi kepentingan terbaik masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan pentingnya dukungan keluarga, khususnya peran istri dalam menjaga integritas pejabat.

“Istri memiliki peran penting dalam mendukung suami agar tetap berintegritas. Tapi ingat, yang menjadi pejabat adalah suami, jadi dukung dari belakang, jangan masuk ke dalam urusan kantor,” pesannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum percepatan reformasi birokrasi dan penguatan kinerja aparatur sipil negara menuju NTB yang lebih maju, makmur, dan mendunia. Diketahui Eselon III dilantik sebanyak 13 orang dan Eselon IV 8 orang. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *