L Moh Faozal dan Baiq Nelly Yuniarti. (ist)

MATARAM – Bappeda Provinsi NTB mengadakan kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi NTB Tahun 2027 di Mataram Kamis (26/02). Kegiatan dibuka langsung oleh Pj. Sekda Provinsi NTB. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyerap masukan dan menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah, guna memastikan perencanaan tahun 2027 semakin tajam, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Pj Sekda Lalu Moh Faozal menegaskan tiga prioritas utama pembangunan NTB, yaitu pengentasan kemiskinan, penguatan swasembada pangan, dan mewujudkan NTB sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Ia menekankan bahwa setiap program perangkat daerah harus dirancang selaras dengan prioritas tersebut serta disusun secara berkelanjutan, tidak parsial, dan berbasis kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan komitmen pimpinan perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan. Perencanaan tidak boleh hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus dikawal bersama, terintegrasi dengan program pusat, serta mampu menjawab tantangan pembangunan secara konkret. RKPD 2027 diharapkan menjadi dokumen strategis yang benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat NTB.

Pada Kesempatan yang sama Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly sampaikan RKPD 2027 mengusung tema “Penguatan Upaya Transformasi dalam Pengentasan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Ekosistem Industri Agromaritim serta Destinasi Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan,” RKPD 2027 diarahkan untuk memperkuat fase transformasi pembangunan.

“Tahun 2027 adalah momentum memastikan upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi daerah benar-benar memberikan hasil nyata,” tegas Baiq Nelly.

Melalui forum ini, ditegaskan pentingnya kolaborasi dan orkestrasi pusat-daerah dalam mewujudkan visi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang Bangkit Bersama Menuju Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia. RKPD 2027 diharapkan menjadi dokumen partisipatif yang responsif terhadap tantangan serta mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *