PRABARDA—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Praya Barat Daya, sejak pukul 18.00 WITA hingga 22.00 WITA mengakibatkan Desa Kabul terendam banjir, Rabu malam. Curah hujan yang tinggi selama kurang lebih empat jam tersebut menyebabkan luapan air sungai serta genangan air yang masuk ke permukiman warga.
Banjir tersebut merendam lima dusun. Dusun Orok Solong, Dusun Kangas Daye, Dusun Kangas Lauk, Dusun Pampang, dan Dusun Kending Sampi. Air mulai menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi, rata-rata mencapai sekitar setengah meter, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan sebagian perabot rumah tangga ikut terendam.
Selain genangan dari curah hujan tinggi, air Sungai Dam Pengga juga dilaporkan naik ke permukaan dan meluap ke wilayah pemukiman warga di sekitar bantaran sungai. Kondisi ini memperparah banjir yang terjadi di beberapa dusun terdampak.
Berdasarkan laporan sementara dari warga Habiburrahman, sekitar 250 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dari lima dusun tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang rumahnya terendam untuk sementara waktu memilih mengungsi ke tempat yang tidak terkena banjir, seperti rumah kerabat, tetangga, maupun lokasi yang lebih tinggi.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu proses evakuasi warga terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna memastikan keselamatan warga serta kebutuhan darurat dapat segera terpenuhi.
Kepala Desa Kabul, Sahurim, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya cepat melakukan koordinasi dan pendataan sejak banjir mulai terjadi. Ia memastikan bahwa pemerintah desa bersama BPBD terus memantau kondisi di lapangan.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Namun, sekitar 250 KK terdampak banjir. Kami bersama BPBD Lombok Tengah sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga dan membantu penanganan darurat. Untuk sementara, warga kami arahkan mengungsi ke tempat yang aman dan tidak terendam banjir,” ujar Sahurim.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah desa berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah untuk penanganan pascabanjir, terutama bagi warga yang rumah dan perabotannya terdampak cukup parah.
Hingga berita ini diturunkan, air di beberapa titik masih terlihat menggenangi permukiman warga, meskipun di sebagian wilayah mulai berangsur surut. Petugas dan aparat desa tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. (dni)
