LOBAR—Ada delapan orang di Lombok Barat (Lobar) masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) indikasi corona. Hal itu diungkapakan pihak Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar. Menurut Kasi Survailans Dikes Lobar, I Made Santiana kini 8 orang itu, tengan dalam pengawasan ketat dan diisolasi di rumah sakit Provinsi.
“Dari delapan ODP ini bukan termasuk warga Kuripan. Dua tempat yang menjadi rujukan kita di Lobar yaitu rumah sakit Provinsi dan Sumbawa,” ungkapnya, kemarin.
Langkah antisipasi harus tetap dilakukan. Terlebih Corona sudah masuk bencana internasional. Sehingga otomatis Lobar termasuk NTB masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona. Meskipun sejuah ini, ia mengatakan belum ada satupun orang Lobar yang positif terjangkit virus berbahaya itu.
“Kita harus melakukan tahap demi tahap untuk mencegah Corona ini,” tegasnya.
Sejauh ini pemerintah pusat sudah merilis terdapat sekitar 117 orang positif Corona. Tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga virus itu sangat mengkhawatirkan dan harus ada langkah pencegahan. Dengan pola hidup sehat, mencuci tangan hingga mengetahui cara etika batuk dan bersin.
“Misalnya saat batuk harus beretika dengan tidak di depan orang dan harus menggunakan tisu. Selain itu membiasakan cuci tangan sebelum makan. Termasuk saat beribadah kita dianjurkan untuk membawa sajadah sendiri untuk menghindari debu yang menempel di karpet,”
imbaunya.
Hal senada juga disampaikan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripan. Bahkan langkah cepat dan preventif pencegahan sudah dilakukan. Diantaranya menyosisalisasikan kepada masyarkat terkait pengendalian bahaya Corona.
Sosialisasi yang melibatkan Satuan Sub Sektor Polsek Kuripan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, perangkat wilayah RT dan RW tersebut memberikan edukasi pencegahan. Serta tentang perilaku hidup bersih dan tata cara mencuci tangan dan lainnya.
Kepala Desa Kuripan Hasbi mengatakan ini merupakan salah satu gerak cepat yang sangat penting. Meski Lobar keseluruhannya belum ada yang indikasi terpapar Corona. Pihaknya merasa terpanggil dan berinisiatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Sosialisasi ini sebagai bentuk waspada agar masyarakat memahami potensi bahaya Corona, sehingga mereka bisa antisipasi dini sebelum terlambat. Perilaku hidup bersih dan berolahraga menjadi esensi untuk dilakukan,” pungkasnya. (win)