IST / RADAR MANDALIKA OPERASI: Tim dokter berjuang melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam Inaya dan Anaya, di RS dr Soetomo Surabaya, kemarin.

Ditangani 40 Orang Dokter, Operasi Berjalan 7 Jam

 

 

Setidaknya 7 jam lebih berlangsung operasi pemisahan kembar siam yakni, Inaya dan Anaya. Keduanya menjalani operasi di RS dr Soetomo, Surabaya. Tidak main-main, operasi dilakukan 40 orang dokter. Seperti apa?

 

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

 

BAYI kembar siam Inaya dan Anaya, asal Desa Jurit Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim), sejak sepekan lalu telah berada di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya. Ia diberangkatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim, untuk menjalani operasi pemisahan, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan tim dokter rumah sakit tersebut. Setelah Inaya dan Anaya menunggu selama satu tahun lebih. Keberangkatannya dan selama menjalani operasi, Inaya dan Anaya didampingi langsung kedua orang tuanya, dan beberapa orang pendamping lainnya.

Operasi pemisahan Inaya dan Anaya memakan biaya sekitar Rp 1 miliar lebih. Biaya tersebut, termasuk untuk biaya makan dan minumnya. Pemda Lotim menanggung penuh biaya operasi pemisahan tersebut, diambilkan dari dana tak terduga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bayi kembar siam tersebut kini mendapat kepastian untuk menjalani operasi pemisahan, setelah berbagai kendala dihadapi, terutama dilanda Covid-19. Penantian panjangnya kini telah terjawab.

Kemarin, Inaya dan Anaya mulai menjalani operasi pemisahan dilakukan tim dokter RS Soetomo Surabaya. Semua berdoa, agar proses operasi pemisahan berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Sehingga Inaya dan Anaya bisa menatap masa depan lebih cerah, bisa bermain seperti anak-anak pada umumnya.

Di hari pertama operasi pemisahan Inaya dan Anaya yang telah menginjak usia tiga tahun ini, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy dan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong dan beberapa pejabat lainnya, terbang langsung ke RS Soetomo. Kehadiran orang nomor satu di Lotim ini, untuk menguatkan kedua orang tua bayi kembar siam agar tetap semangat, tetap yakin bahwa operasi pemisahan akan berjalan lancar. Kehadirannya itu, juga untuk melihat secara langsung proses operasi pemisahan.

Bahkan Bupati Lotim bersama Kadikes, melakukan rapat koordinasi penanganan covid-19 bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang dilakukan secara hybrid dari RS dr Soetomo.

Kepala Dikes Lotim, H Pathurrohman, kepada Radar Mandalika via ponselnya, kemarin mengatakan, hasil pantauan langsung di rumah sakit saat mendampingi Bupati, operasi pemisahan Inaya dan Anaya dilakukan tim dokter sekitar 40 orang. Operasi pemisahan dilakukan mulai dari pukul 09.00 Wita, sampai pukul 16.00 WIB. Begitu pukul 17.00 Wita waktu setempat, Inaya dan Anaya dimasukkan ke ruang ICU. Saat ini, kedua bayi tersebut dalam posisi perawatan secara intensif pasca menjalani operasi.

Masih kata Pathurrahman, diperkirakan membutuhkan waktu perawatan pasca operasi sekitar satu bulan lebih. Observasi perkembangan pasca operasi, juga tetap akan dilakukan tim dokter. Keduanya akan tetap dipantau sampai kondisi Inaya dan Anaya benar-benar dinyatakan boleh pulang.

“Alhamdulillah, operasi pemisahan Inaya dan Anaya berjalan lancar dan berhasil. Kami melihat penanganan tim dokter sangat bagus. Keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam ini, tidak lepas berkat doa masyarakat Lombok Timur,” kata H Pathurrahman, Kepala Dikes Lotim. (*)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *