Buka Bimtek Perkawinan Angkatan II

F Bimtek

IST/RADARMANDALIKA.ID BIMTEK: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Dr. KH. Ziadi Abdad saat memberikan sambutan, Senin kemarin.

MATARAM – Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB melalui Seksi Kepenghuluan dan Fasilitas Keluarga Sakinah Binmas Islam, kembali melakukan kegitan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan Angkatan II tingkat Provinsi yang di ikuti oleh Kepala KUA dan penghulu yang bertempat di Same Hotel Mataram, Senin kemarin.

Kepala Seksi Kepenghuluan dan Fasilitas Keluarga Sakinah Bidang Binmas Islam Dra. Ida suriyati, M.HI mengatakan. Sebagaimana di ketahui bersama bahwa keluarga yang kuat merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun sumber daya manusia. Sesuai dengan cita-cita luhur bangsa. Masa depan bangsa, sesungguhnya dibangun atas kekuatan fondasi keluarga kokoh dan tangguh merupakan menunjang kita bersama karena itu merupakan kebutuhan dasar daripada suatu negara.
Ida menuturkan, bahwa pengetahun tentang mewujudkan keluarga bahagia, kesadaran bersama dalam membangun keluarga sehat dan berkualitas, kesungguhan dalam mengatasi berbagai konflik keluarga, serta komitmen dalam menghadapi berbagai tantangan Semua itu menjadi persyaratan yang harus dimiliki oleh setiap pasangan pengantin.
“Menyadari pentingnya kesiapan rumah tangga tersebut, maka setiap calon pengantin perlu mengikuti program bimbingan perkawinan dengan berbagai macam materi yang telah disiapkan. Yang didesain secara lebih konferensi dengan mempertimbangkan kebutuhan calon pengantin meliputi pengetahuan, knowledga dan kemampuan atau skill dalam membangun dan membina keluarga,” paparnya.
Oleh karena itu, Ida mengatakan juga bawha penghulu sebagai fasilitator, bimbingan perkawinan dengan metode yang sesungguhnya yang biasa digunakan di kepenghuluan atau yaitu metode kritik by the way. Tentu harus meningkatkan kemampuan dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran kepada calon pengantin. Remaja Kartika Pasangan pengantin pasca nikah. Penghulu bisa berfungsi instrumental untuk mengitiasi potensi perceraian yang akarnya masih sangat tinggi saat ini sekaligus pusat konsultasi keluarga. Yaitu tempat masyarakat bertanya, tentang masalah-masalah keluarga. Untuk bisa memberikan peran yang sangat penting tadi, dibutuhkan kapasitas dan meningkatkan kemampuan dalam mengemas titik mengemas pesan-pesan sehingga penghulu dapat merespon kebutuhan layanan secara tepat dan cepat.
Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah pejabat pejabat yang salah di lingkungan kami, Kepala Bidang PPIBKD Provinsi Nusa Tenggara Barat. Akademisi, Direktur Rumah Sakit Universitas Mataram, Wakil Direktur Binmas Polda NTB, dan tim fasilitator nasional Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat. adapun peserta pada kegiatan ini berjumlah enam puluh orang seluruhnya berasal dari dan kepala KUA yang merupakan pengurus dari Asosiasi Penghulu Republik Indonesia untuk tingkat kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Barat.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. KH. Zaidi Abdad, memaparkan. Bahwa Pembimbingan terkait teknis perkawinan ini adalah salah satu program yang memang penting untuk dijadikan sebagai salah satu motivasi untuk melakukan suatu perubahan di tubuh Kementerian Agama yang paling bawah, yaitu Kantor Urusan Agama. Bahwa dalam tujuan utama manusia-manusia yang di gagas oleh pemerintah adalah pembangunan manusia yang terbaik, seutuhnya sumber daya manusia menjadi tekanan utama membangun bangsa dan negara.
KH. Ziadi Abdad menuturkan, terkait banyakmya problem dan permasalahan yang dihadapi di masyarakat ada dua masalah yang di lihat pada pertumbuhan dan perkembangan manusia. Yang pertama adalah persoalan-persoalan yang sesuai dengan harapan cita-cita bangsa, yang sering dintemukan adalah stanting dan juga obisitas dan megalami anemia, hal itu menjadi problem dalam membangun manusia seutuhnya. Muncul pertanyaan kenapa muncul anemia, stanting dan obisitas, ini mememang tidak menjadi garpan murni kementerian Agama. Yang kedua adalah banyaknya pernikahan di bawah usia 18 tahun yang menjadi fenomena pernikahan dini ini menjadi problem di mana Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia dalam pernikahan dini.
“Maka tugas besar kementerian Agama ada di KUA dan KUA menjadi ujung tombak perubahan besar dan mengawal persoalan sosial,” katanya.(rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemprov Dukung Lombok Hospital di Lotim

Read Next

Lapor Kalau Ada Oknum Polhut Pungut Uang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *