MATARAM – Kisruh yang terjadi pada internal PPP NTB lantaran terjadi Muswil DPW belum lama ini ditanggapi santai Ketua DPW PPP NTB, Muzihir versi Muswil tersebut. Justru Muzihir mengajak semua kader PPP untuk kompak dan bersatu guna menyonsong kemenengan PPP NTB pada Pileg 2029 mendatang.
“Saya mengimbau seluruh kader partai. Mari bersatu membesarkan partai. Mulai dari wilayah sampai ranting. Mari membesarkan partai ini bersama-sama,” imbau Muzihir di Mataram Jumat (06/02).
Muzihir menjelaskan dirinya tidak ada niatan membuat kisruh internal. Ia mengaku hanya memperlihatkan SK kepengurusan baru DPW periode 2026-2031 setelah sebelumnya melangsungkan Muswil yang dihadiri langsung Ketua Umum PPP, Mardiono. Dalam SK yang baru itu Muzihir sebagai Ketua dan Sitti Ari sebagai Sekretaris Wilayah. Justru munculnya SK baru itu memantik kader yang tidak setuju melalukan protes hingga muncul kisruh belakangan ini.
“Saya tidak ada niatan bikin kisruh. Saya hanya memperlihatkan SK baru saya,” terang wakil rakyat Dapil NTB I Kota Mataram itu.
Muzihir juga menyinggung wacana adanya penggantian sebagian kader hingga ada upaya pemecatan. Ditegaskannya, pemecatan itu tidak mungkin dilakukan apabila mereka menerima SK DPP tersebut. Jikapun mereka menolak, ia mempersilahkan menggugat DPP.
“Saya kan posisi menerima SK yang dikeluarkan oleh DPP. Kalau tidak terima SK itu silahkan gugat DPP,” tegasnya.
SK yang diterima Muzihir ditandatangani Ketum dan Waketum hasil Muswil 22 Januari. Sesuai AD/ART, Muswil harus berlangsung paling telat tiga bulan setelah Muktamar. Begitu juga untuk Muscab harus berlangsung paling telat tiga bulan setelah Muswil.
“Muswil PPP 22 Januari. Pengurus Cabang berakhir masa jabatannya 22 April. Jadi Muscab harus dilaksanakan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung tiga DPC PPP (KLU KSB dan Kota Bima) yang belum melaksanakan Muscab. Justru jika tiga cabang itu mau Muscab Muzihir sendiri malah akan mendanai seluruh kebutuhan dananya.
“Saya akan berterimakasih kalau mereka mau Muscab. Justru saya akan danai pakai uang pribadi saya. Tidak akan pakai uang partai,” pungkasnya. (jho)
