DOA BERSAMA: Suasana doa bersama Manajemen Aruna Senggigi Resort & Convention bersama anak yatim di fasilitas baru LALUMA, Sabtu (7/11).(WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—LALUMA, fasilitas Beach Front terbaru Aruna Senggigi Resort & Convention, akan mulai dioperasikan dalam waktu dekat ini. Bangunan berarsitektur seni modern itu menampilkan langsung keindahan Pantai Senggigi, Lombok Barat (Lobar) sebagai latar belakangnya. Menjadi destinasi baru di kawasan wisata Senggigi yang ditujukan menjadi pusat pertunjukan seni dan kebudayaan Lobar maupun Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelum resmi beroperasi, pihak manajemen Aruna Senggigi menggelar tasyukuran dan doa bersama dengan anak yatim piatu, tokoh agama Islam dan Hindu, serta Pemerintah Desa Senggigi, Sabtu (7/11). Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) selaku pimpinan induk perusahaan PT Dharma Graha Utama (Aruna Senggigi) hadir langsung dalam acara tersebut.

“Harapan kami, area di pinggir pantai atau beach front Aruna Senggigi yang kami beri nama Laluma ini dapat menjadi variasi destinasi wisata, menjadi pilihan baru bagi masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Dan kami berusaha juga menyuguhkan kuliner, baik kuliner lokal khas NTB maupun kuliner-kuliner dari daerah lain serta dari mancanegara,” terang Dirut PT DLU, Erwin H. Poedjono didampingi Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas dan GM Aruna Senggigi Yeyen Heryawan.

SEREMONI: Dirut PT DLU, Erwin H. Poedjono didampingi Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas dan GM Aruna Senggigi Yeyen Heryawan saat prosesi potong tumpeng di acara tasyukuran LALUMA, Sabtu (7/11).(WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA)

Komitmen manajemen menjadikan Laluma sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sejalan dengan arahan Gubernur NTB agar sektor pariwisata berjalan berdampingan dengan kebudayaan lokal. Bahkan, kesiapan manajemen berkolaborasi secara aktif dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lobar maupun Pemerintah Provinsi NTB hingga seniman dan sanggar seni untuk rutin menggelar berbagai pertunjukan seni.

“Jadi tempat ini nanti akan aktif menggelar dan menampilkan kekayaan budaya dari Nusa Tenggara Barat, baik dari sisi internal kami, maupun kami siap berkolaborasi, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak agar area ini bisa dimanfaatkan seluas-luasnya demi kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan khususnya di Kabupaten Lombok Barat atau di area Senggigi,” tambahnya.

Terkait pemilihan nama Laluma, Erwin menjelaskan bahwa nama itu diambil dari akar bahasa Latin dan Eropa yang memiliki arti cahaya, baik cahaya matahari maupun cahaya bulan. Harapan agar fasilitas baru ini dapat berfungsi sebagai sumber pencerahan, mengayomi, serta membawa dampak positif bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Selain memiliki makna filosofis yang mendalam, penamaan tersebut juga dipilih agar terasa familier dan mudah melekat di ingatan masyarakat lokal maupun para pelancong. Unsur penamaan ini dinilai selaras dengan karakteristik sapaan keseharian di wilayah NTB sehingga memiliki kedekatan emosional tersendiri.

“Dan Laluma ini istilah yang tidak terlalu jauh dengan masyarakat di Nusa Tenggara Barat, khususnya banyak bapak-bapak atau Lalu-Lalu di NTB supaya mudah diingat oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Erwin menambahkan, konsep Laluma ini tetap mempertahankan pemandangan (view) langsung ke arah Pantai Senggigi.

“Kita memang buat terbuka agar pemandangan pantai tidak terhalang saat dilihat dari jalan raya, sehingga tetap bisa dinikmati. Kita tidak ingin membuat bangunan yang menutupi area Pantai Senggigi,” pungkasnya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dharma Graha Utama Ika Putri Widyaningtyas menambahkan, pihaknya menginginkan Laluma menjadi daya tarik baru Senggigi yang dapat dimanfaatkan bersama rekan-rekan perhotelan, hospitality, kafe, restoran, maupun pelaku usaha untuk membuat Senggigi kembali bersinar seperti sediakala sebagai objek wisata andalan NTB.

“Menjadi destinasi yang dicari dan menjadi idola wisatawan.”

Pihaknya menilai beach front Aruna yang sudah lama berdiri itu perlu dilakukan penyegaran untuk memenuhi kebutuhan hospitality. Terlebih, hal ini merupakan bentuk komitmen Aruna kepada pengunjung wisatawan Senggigi maupun pengunjung Aruna pada khususnya untuk memberikan pelayanan terbaik.

Sementara itu, GM Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan menerangkan Laluma ini tetap mengedepankan konsep wisata ramah keluarga. Sebagai langkah kolaborasi untuk pertunjukan seni budaya, pihaknya akan melibatkan sanggar seni yang sempat mengikuti lomba tari kreasi budaya yang digelar Aruna beberapa waktu lalu.

Bahkan, komunikasi dilakukan dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lobar untuk mengalihkan sementara program seni Senggigi Sunset Show ke Laluma selama pembangunan revitalisasi Pasar Seni berlangsung pada 2027 mendatang.

“Jadi bukan sekadar hiburan (entertainment) DJ, tetapi tetap kita tampilkan pertunjukan kesenian budaya lokal,” ucapnya.

Acara yang akan segera digelar di Laluma tersebut antara lain Aruna Color Run dan pesta puncak perayaan HUT Aruna pada 21 November 2026. (Win/*)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *