Abubakar Abdullah. (WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—DPRD Lombok Barat (Lobar) kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar untuk menyegerakan realisasi anggaran APBD 2026 ini. Pasalnya, sisa waktu tahun anggaran tinggal menyisakan dua bulan.

Kalangan dewan menilai dengan sudah adanya Sekretaris Daerah (Sekda), Pemda bisa melakukan langkah-langkah percepatan untuk merealisasikan sejumlah program kebutuhan masyarakat.

“Sudah ada panglimanya ASN (Aparatur Sipil Negara) saat ini, menjadi satu langkah yang strategis untuk melakukan konsolidasi di sisa-sisa waktu yang mungkin diambil satu langkah-langkah lebih yang bisa mewujudkan capaian-capaian tahun 2026 yang sudah direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat itu,” ungkap Wakil Ketua DPRD Lobar Abubakar Abdullah saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Pihaknya memaklumi kondisi sebelumnya yang menjadi hambatan lambatnya realisasi itu karena dampak peristiwa besar yang menerpa Lobar ketika Bupati Nonaktif tersandung kasus hukum. Beralihnya kepemimpinan sementara ke tangan Wakil Bupati Lobar cukup memberikan dampak untuk langkah percepatan proses anggaran daerah.

Namun tidak dimungkiri, kondisi saat itu Wabup yang seorang diri memimpin di situasi yang terbilang tidak biasa (anomali) masih menemui beberapa kendala. Sehingga dengan adanya Sekda definitif saat ini, Politisi PKS itu menilai tentu akan membantu mempercepat realisasi penganggaran daerah.
Banyak sekali catatan dewan yang harus diperkuat oleh Sekda dalam membantu Wabup menjalankan roda pemerintahan. Mulai dari sisi perencanaan, kemudian implementasi dari beberapa program capaian RPJMD, hingga konsolidasi internal Pemda.

“Nanti bagian kami kan di tahapan evaluasi dari kegiatan yang secara siklus itu menjalankan tugas dan fungsi kami sebagai Dewan Perwakilan Rakyat di daerah,” imbuhnya.

Berbagai persoalan yang dihadapi Lobar beberapa waktu lalu hingga permasalahan program anomali hasil reviu KPK dinilai Abu menjadi masa lalu. Bahkan menjadi pembekalan pembenahan ke depan dalam tata kelola pemerintahan daerah, baik di eksekutif maupun legislatif.

Menurutnya, fokus saat ini adalah memanfaatkan sisa waktu tahun anggaran ini untuk segera merealisasikan program masyarakat. Agar anggaran daerah itu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan tujuan pembangunan yang ada di Lombok Barat.

“Ya, mungkin kita lebih konsern ke situ di interval waktu yang tersedia saat ini. Saya rasa optimistis untuk kita bisa melakukan beberapa kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan yang ada di Lombok Barat,” tegasnya.

Abu juga menyinggung terkait pesan Wabup kepada Sekda Lobar yang baru untuk segera melakukan konsolidasi internal. Sehingga tidak ada ego sektoral yang justru membuat kubu di dalam internal birokrasi. Pihaknya mengajak seluruh ASN hingga masyarakat Lombok Barat untuk bersatu padu mendukung pemerintahan daerah, sehingga dapat mendorong atau mempercepat program-program yang sudah tertuang dalam APBD Perubahan 2026 terealisasi.

“Kita konsolidasi soliditas bahwa masih ada waktu kita untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Mana yang bisa dieksekusi ya sesuai, selama itu sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku ya laksanakan kembali. Kita fokus untuk kepentingan rakyat yang ada di Lombok Barat,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *