TAMPIL: Dua wisatawan mancanegara saat mencoba menjadi petarung Peresean saat pelaksanaan event mingguan Senggigi Sunset Show, Sabtu (10/10).

LOBAR—Kesenian budaya yang selalu ditampilkan dalam Senggigi Sunset Show (SSS) di Amphitheater Pasar Seni Senggigi tidak pernah gagal memukau para wisatawan mancanegara dan domestik. Edisi menyambut event MotoGP, atraksi Peresean dari Paguyuban Pasek Dese (Lembar Selatan) menjadi daya tarik utama dan dibanjiri penonton, Sabtu (10/10).

Didominasi wisatawan penonton MotoGP dan tamu penginapan di kawasan Senggigi, atraksi budaya itu membuat kagum. Beberapa wisatawan mancanegara bahkan diberikan kesempatan merasakan menjadi petarung. Panggung hiburan juga dimeriahkan oleh Tari Gandrung dan Tari Dara Kendi (Sanggar Tari Dara Jingga), Tari Sekar Jagat (Dusun Tanak Embet), penampilan Rizka CFN Idol, serta hiburan musik dari Blackrose Band. Berbagai kuliner khas dari UMKM lokal dan hotel kawasan Senggigi menambah suasana keramaian malam Minggu itu.

“Saya rasa ini acara yang bagus, sangat menyenangkan dengan orang-orang yang ramah dan suasana yang nyaman. Jadi, saya rekomendasikan sekali untuk datang ke acara ini. Ini pertama kali saya ke Lombok, setelah melihat semuanya, saya pastikan akan balik lagi tahun depan,” ungkap Federico, wisatawan asal Italia.

Berbagai inovasi itu terus dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lombok Barat dalam memberikan hiburan berkualitas bagi para tamu wisatawan, termasuk penonton MotoGP yang memilih menginap di kawasan Senggigi.

Momen MotoGP itu, diungkap Kepala Disparekraf Lobar Agus Gunawan, dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya pariwisata Lobar. Bahkan, beberapa kesenian dan hasil kerajinan Lobar dipertunjukkan di ruang keberangkatan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk menyambut para penonton MotoGP Mandalika. Salah satunya atraksi Genggong Gelangsar dan kerajinan gerabah khas Banyumulek. Pertunjukan dan kerajinan itu terbukti sukses memukau wisatawan mancanegara yang tiba, berangkat, maupun singgah.

Melalui paduan promosi budaya di pintu masuk penerbangan dan event mingguan di kawasan destinasi, Disparekraf optimistis pariwisata Senggigi dan Lombok Barat akan semakin dikenal luas di kancah internasional.

“Pemkab Lobar sangat berkomitmen menampilkan seni budaya dalam berbagai event yang diadakan. Peningkatan perekonomian UMKM menjadi perhatian pemda di bidang ekonomi kreatif,” pungkasnya. (Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *