LOBAR—Sinergi antara pelaku industri hospitality dan dunia pendidikan dalam pengembangan pariwisata melalui manajemen destinasi serta prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ditunjukkan Aruna Senggigi Resort & Convention.
Diskusi publik yang berfokus pada integrasi manajemen destinasi serta prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) digelar melalui program Aruna Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Selasa (29/9).
Mengusung tema “Integrating Destination Management and Hospitality for the SDGs”, forum ini menghadirkan kolaborasi pemikiran antara praktisi perhotelan dan akademisi guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi tantangan pariwisata masa depan.

IST/RADAR MANDALIKA
KOLABORASI : Aruna Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Selasa (29/9).
Acara yang dipandu dosen D-III Pariwisata Universitas Mataram, Bq. Nikmatul Ulya, menghadirkan General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, serta dosen D-III Pariwisata Universitas Mataram, Ihana Hufla. Diskusi ini mengupas dinamika industri perhotelan modern serta adaptasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) hingga pergeseran pola konsumsi wisatawan yang makin peduli pada keberlanjutan.
“Masa depan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak wisatawan yang datang, tetapi juga oleh bagaimana kita menciptakan manfaat dari pertumbuhan tersebut. Industri hospitality memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan sumber daya manusia, memberdayakan masyarakat lokal, serta menjaga lingkungan dan identitas destinasi,” terang General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan.
Yeyen menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan pariwisata ke depan. Aruna Senggigi menunjukkan langsung dengan berbagai kegiatan.Bahkan, Aruna Senggigi Resort & Convention menunjukkan komitmen ini melalui kontribusi nyata terhadap target SDGs, antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat program pelatihan internal serta kesempatan magang bagi mahasiswa.
Dari segi pemberdayaan ekonomi lokal, penyediaan porsi bagi tenaga kerja lokal, pelaku UMKM, dan rantai pasok daerah turut memperkuat implementasi SDG 8 dan SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan). Di sisi pelestarian lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan sisa makanan, serta perlindungan ekosistem pesisir Lombok selaras dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Lautan).
“Bagi kami, penerapan SDGs harus dimulai dari hal-hal yang dapat dilakukan dalam operasional sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita mengembangkan karyawan dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, melibatkan masyarakat dan pemasok lokal, hingga menggunakan sumber daya secara lebih bijaksana. Keberlanjutan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi, sehingga dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh industri, tetapi juga oleh masyarakat dan lingkungan,” ujar Yeyen.

IST/RADAR MANDALIKA
SEMANGAT: Para Peserta diskusi kegiatan Aruna Goes to Campus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Selasa (29/9).
Kegiatan yang digelar Aruna tersebut mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa. Sebab, pemaparan langsung dari praktisi memberikan pemahaman faktual mengenai ekosistem pariwisata yang sedang berkembang di Lombok.
Yuliani, salah satu mahasiswi peserta diskusi, menyampaikan bahwa ruang dialog ini memberikan perspektif yang lebih konkret mengenai penerapan teori keberlanjutan.
”Menurut saya, acara ini sangat menarik dan bermanfaat karena kami bisa melihat perkembangan pariwisata dan sustainability tidak hanya dari sisi akademisi, tetapi juga dari sisi bisnis melalui pengalaman langsung Aruna Senggigi Resort & Convention. Hal ini memberikan wawasan yang lebih luas bagi kami sebagai mahasiswa mengenai bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam praktik industri,” tutur Yuliani.
Kegiatan edukatif ini diselenggarakan bersamaan dengan momen peringatan Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day) serta bagian dari rangkaian perayaan satu dekade Aruna Senggigi Resort & Convention melalui program Tentastic: 10 Years of Amazing Journey. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah lokal dalam mewujudkan kawasan wisata Lombok yang kompetitif dan berkelanjutan.(Win/adv)
