79573MENGECAM: Warga Dusun Kending Sampi Desa Kabul memperlihatkan poster kecaman terhadap oknum yang diduga mempolitisasi program beronjongan.(JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA) 

LOMBOK TENGAH – Masyarakat Dusun Kending Sampi, Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, menegaskan penolakan keras terhadap oknum yang mencoba mempolitisasi program pembangunan bronjongan yang merupakan bantuan dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Warga menilai tudingan yang menyebut pengerjaan proyek tidak terbuka yang dilakukan oknum tertentu tidak berdasar. Mereka justru merasakan langsung manfaat dari pembangunan bronjongan tersebut, terutama dalam upaya mitigasi bencana banjir yang selama ini kerap melanda wilayah mereka setiap tahun.

“Program ini sangat membantu kami. Setiap musim hujan, kawasan ini menjadi langganan banjir. Dengan adanya bronjongan ini, diharapkan dapat menahan dan mengurangi debit air yang datang dari desa luar,” ujar salah satu perwakilan masyarakat setempat, Zainal Arifin kepada media ini.

Diketahui, lokasi pembangunan bronjongan saat ini difokuskan pada titik strategis untuk menghadang datangnya air bah saat musim hujan. Infrastruktur tersebut dinilai krusial dalam melindungi permukiman warga dari dampak banjir yang selama ini merugikan masyarakat.

Selain menolak politisasi, warga juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur NTB atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur NTB atas bantuan ini. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat kecil,” ungkapnya.

Sebagai bentuk sikap tegas, masyarakat juga menyatakan penolakan terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak menghargai program tersebut. Mereka berharap tidak ada lagi upaya yang dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan bersama.

Dengan adanya bronjongan ini, warga berharap ke depan ancaman banjir dapat diminimalisir, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan nyaman.

“Alhamdulillah beronjongan ini telah selesai. Kami merasakan lebih aman tingggal sekarang,” ujar warga lainnya Abdul Rahman. (jho)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *