LOBAR—Gerak cepat dilakukan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUPR-Perkim) menangani jalan putus di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Selasa (24/2). Jalan putus di dua titik dengan panjang 60 dan 75 meter itu amblas dikarenakan tebing jalan yang longsor diakibatkan tingginya intensitas hujan mengguyur kawasan itu selama dua hari.
Bupati LAZ dan Kepala Dinas PU langsung turun mengecek kondisi kerusakan jalan itu untuk langkah penanganan kedaruratan. Bahkan LAZ memerintahkan segera melakukan tanggap darurat agar akses jalan itu bisa dilalui kembali masyarakat setempat.
“Instruksi Pak Bupati untuk jalan Buwun Mas yang amblas dilakukan penanganan darurat sehingga bisa dilalui pengendara roda dua maupun empat, tetapi untuk truk-truk besar dihindari dulu karena masih labil tanahnya,” terang Kepala Dinas PUPR-Perkim Lobar, Lalu Ratnawi, yang dikonfirmasi Selasa (24/2).
Tidak sampai di situ, langkah penanganan permanen juga sudah disiapkan Pemda Lobar pascaselesai dilakukan penanganan darurat. Ratnawi mengaku sudah melakukan identifikasi kerusakan hingga mengukur panjang kerusakan jalan itu. Selain merencanakan perbaikan dengan pembuatan jalan beton, juga dilakukan skema pembuatan drainase di bawah jalan serta pembuatan talud.
“Ada 75 meter sama 65 meter dua titik yang rusak. Kedalamannya semua itu 75 meter ke bawah. Jadi itu yang kita tangani, nanti akan kami lakukan penguatan tebing dulu. Kalau sudah clear, baru kita lakukan pemasangan beton biar agak kuat,” jelas Ratnawi.
Perintah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk rencana penguatan tebing itu langsung diterima Ratnawi dari Bupati. Penanganan itu dinilai perlu sinergi lintas instansi agar penanganan bisa cepat dikerjakan di tahun ini.
“Besok pagi saya langsung koordinasi dengan BWS, kita saling bersinergi dengan BWS, sehingga tahun ini bisa kita selesaikan semua ruas jalan yang amblas itu,” bebernya.
Penanganan kedaruratan itu akan dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar. Skema penanganan dengan cara pembuatan jalan darurat dari karung berisi pasir (geobag) yang disusun, serta pembuatan bronjong untuk penahan jalan darurat tersebut.
“Segera dikerjakan. Tadi sudah bawa geobag, tetapi memang kendala cuaca hujan ini untuk pasir masih belum tersedia. Mungkin nanti secepatnya dari BPBD yang akan lakukan untuk tanggap darurat pengisian geobag. Mungkin besok sudah mulai, tadi sudah kami koordinasi dengan BPBD,” jelasnya.
Pihaknya masih menunggu kondisi cuaca bersahabat untuk langsung mengerjakan penanganan kedaruratan. Sebab kondisi curah hujan dan aliran air dari perbukitan membuat tanah tidak stabil.
“Ini kan air dari atas terus turun loh ini. Iya, biar enggak sia-sia nanti. Mudah-mudahan situasi satu-dua hari ini bisa membaik,” harapnya.
Menyinggung besaran anggaran dibutuhkan untuk perbaikan permanen dua titik jalan amblas itu, Ratnawi mengungkapkan setidaknya membutuhkan Rp5 miliar.
“Sama-sama Rp2,5 miliar per dua titik, sekitar Rp5 miliar. Itu baru bisa clear itu,” ucapnya.
Anggaran itu tidak hanya untuk jalan beton, namun juga pembuatan saluran tepi penampung air dari gunung, serta pembuatan terowongan drainase bawah jalan sehingga air dari gunung langsung terjun ke sungai. Sesuai instruksi langsung Bupati saat mengecek kerusakan jalan tersebut.
“Kita pakai U-ditch, U-ditch 8 meter atau 4 meter nanti sehingga itu bisa bagus, tidak menyebabkan licin badan jalannya nanti,” pungkasnya. (win)
