LOBAR – Langkah pasangan Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), dan Wakil Bupati, Hj. Nurul Adha (UNA), kian memantapkan memasuki tahun kedua kepemimpinannya. Setelah sukses mencatatkan sejumlah capaian fundamental di tahun pertama, kini fokus pasangan “LazAdha” tersebut beralih pada pembangunan infrastruktur ikonik dan penguatan pusat ekonomi masyarakat. Penyelesaian proyek strategis Alun-Alun Kota Gerung menjadi salah satu fokus Pasangan LazAdha. Sebab Bupati LAZ menjadikan pusat aktivitas warga dan ikon baru kemajuan daerah.
LAZ menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini tepat waktu agar pemanfaatanya segera dirasakan masyarakat luas. Fasilitas publik ini ditargetkan rampung sebelum hari jadi kabupaten di bulan April mendatang.
“Target kami, sebelum 17 April atau pada ulang tahun Lombok Barat yang akan datang, Alun-Alun ini sudah tuntas. Sehingga bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merayakan momen bersejarah tersebut,” ujar Bupati LAZ didampingi Wabup UNA saat refleksi satu tahun LazAdha di Pendopo Bupati, Jumat (20/2).
Tidak hanya penataan ruang terbuka hijau, LazAdha akan mewujudkan pembangunan Islamic Center Lobar. Bangunan religi bergaya modern itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare di sisi timur perempatan utama Gerung. Islamic Center itu nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah yang megah, tetapi juga pusat pendidikan, syiar Islam, dan penggerak ekonomi baru.
Proses administrasi pembangunan ini terus dikawal intensif LAZ ke tingkat pusat. Bahkan sudah mencapai tahap akhir, Pemkab Lobar tengah menunggu persetujuan akhir dari Kementerian Agama sebagai dasar koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulai tahap konstruksi fisik.
“Harapan kami, Islamic Center ini akan menjadi pusat peradaban baru dan pusat kegiatan umat Islam di wilayah Lombok Barat. Keberadaannya tentu akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sekitarnya,” tambah LAZ.
Kemudian beralih di sektor ekonomi kerakyatan juga tidak luput dari perhatian. Revitalisasi total terhadap Pasar Gerung, dari pasar tradisional menjadi pasar modern terus difokuskan. Pasar ini nantinya akan representatif, bersih, dan nyaman, serupa dengan referensi pasar sukses lainnya di wilayah NTB.
Langkah awal, skema relokasi sementara bagi para pedagang agar aktivitas jual-beli tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung sedang dipersiapkan Pemkab Lobar. Dukungan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU menjadi kunci utama dalam merealisasikan proyek revitalisasi ini.
Pada 2026 ini juga LAZ menjalankan program sejahtera dari desa “satu miliar perdesa”. Capaian di tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan di tahun pertama kepemimpinan LazAdha. Sepanjang tahun 2025, Lobar telah berhasil mengukir sejarah dengan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi sepanjang masa. Menembus 107 persen dari target atau sekitar Rp223,8 miliar pada tahun 2025, kepemimpinan LazAdha optimis dapat terus melanjutkan tren pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Lobar. Dari data capaian setahun LazAdha Laju pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 3,02 Persen pada tahun 2024 menjadi 4,19 persen di tahun 2025. Sejalan dengan itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 12,65 persen menjadi 11,90 persen.
Bupati LAZ menegaskan bahwa pencapaian ini buah dari kerja keras seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat.
“Kami berkomitmen terus menghadirkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan, terutama melalui penguatan sektor UMKM dan penyediaan lapangan kerja” ujarnya.
Sektor UMKM mendapatkan perhatian khusus dengan realisasi subsidi bunga pinjaman modal mikro sebesar Rp2,1 miliar bagi 2.276 pelaku usaha. Selain itu, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi 5.149 lowongan kerja melalui job fair, yang tercatat sebagai penyediaan lapangan kerja terbesar se-Nusa Tenggara Barat.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lobar juga mencatatkan kenaikan dari 72,70 menjadi 73,52. Hal ini didorong oleh peningkatan Usia Harapan Hidup yang kini mencapai 73,03 tahun serta keberhasilan menekan angka stunting hingga ke level 9,32 persen.
Di sektor infrastruktur kesehatan, pemerintah telah merampungkan renovasi fasilitas vital seperti ruang PICU dan ruang operasi, serta merehabilitasi lima Puskesmas di wilayah Penimbung, Jakem, Pelangan, Sedau, dan Sigerongan. Ketersediaan sarana dasar seperti bed pasien di Puskesmas pun meningkat drastis dari 47 unit menjadi 107 unit.
Sektor pendidikan tetap menjadi pilar utama dalam membangun karakter bangsa yang diperhatikan Pemkab Lobar. Tidak ingin ada anak di Lobar putus sekolah karena kendala biaya, beasiswa untuk siswa kurang mampu dikeluarkan Pemkab. Tercatat, penerima beasiswa miskin meningkat dari 1.220 siswa menjadi 1.588 siswa.
Pembangunan infrastruktur yang merata menjadi fokus dalam misi ke-empat LazAdha. Beberapa proyek strategis yang telah dilaksanakan meliputi pengembangan Dermaga Pelabuhan Senggigi senilai Rp11,4 miliar, revitalisasi Taman Giri Menang Square (GMS) sebesar Rp8,6 miliar, serta penataan kawasan Alun-alun kompleks kantor Pemda.
Selain fisik, kualitas tata kelola pemerintahan juga mendapat pengakuan nasional. Indeks Reformasi Birokrasi Lombok Barat meraih predikat “A” (Sangat Baik) dengan skor 82,75, yang merupakan capaian terbaik di tingkat Provinsi NTB. Pemerintah daerah juga kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk predikat Kabupaten Informatif dalam Keterbukaan Informasi Publik.
Meskipun banyak angka keberhasilan yang telah diraih, LAZ memilih tetap rendah hati dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat. Baginya, kepuasan warga atas perubahan yang terjadi di lapangan adalah indikator keberhasilan.
“Kami tidak hanya ingin menyajikan angka-angka keberhasilan. Silakan masyarakat bertanya kepada sesama warga, apa yang dirasakan terhadap perubahan Lobar saat ini. Biarlah masyarakat yang menyampaikan rasa terima kasihnya atas perubahan-perubahan yang telah kita lakukan,” pungkasnya.(win)
